-->

Solusi Online Pelajaran Kimia di Sekolah dan Kampus

T11/03/2016

Berilium (Be) : Sifat dan Kegunaan

http://www.avkimia.com/

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa sifat berilium sangat berbeda dengan unsur alkali tanah lainnya. Tetapi unsur belrilium masihlah memiliki cirri cirri unsur logam seperti warnany yang masih perak keabuabuan, logam yang keras, meniliki titik leleh yang tinggi dan massa jenis logam yang rendah (ringan). 

Berilium juga sangat baik dalam menghantarkan listrik (konduktor yang sangat baik). Ciri ciri diatas yang dimiliki oleh berilium masih sangat mampu memasukkan Berilium  sebagai unsur golongan logam. Bahkan karena sifat berilium yang tahan terhadap korosi, massa jenis logam yang rendah (ringan), kuat dan tidak bersifat magnetic, alloy berilium sangat sering digunakan sebagai bahan pembuatan instrument seperti giroskop. 

Salah satu alat yang menggunakan berilium sebagai bahan pembuat jendela adalah tabung sinar X. walaupun beriliu yang digunakan dalam jumlah sedikit tetapi memiliki fungsi yang besar dalam tabung sinar X. Penyerapan sinar X akan meningkan dengan menurunnya nomor atom. Berilium adalah unsur logam yang stabil yang ada di alam yang memenuhi syarat agar penyerapan sinar x pada tabung menjadi lebih besar yaitu unsur logam dengan nomor atom paling kecil. Hal ini mengakibatkan berilium sangat cocok digunakan pada tabung sinar X karena menjadi salah satu material yang paling tembus pandang untuk spectrum sinar X.

Sumber utama berilium dialam adalah bertrandit, Be4Si2O7(OH)2 dan batu permata, BeAl2Si6O, yang terdapat dalam berbagai macam warna. Warna ini timbul karena adanya zat pengotor lain dalam struktur kristal sehingga zat tersebut menjadi tidak murni. Ketika berwarna biru kehijauan permatanya dinamakan aquamarine, ketika berwarna hiujau tua permatanya dinamakan emerald. Warna hijau menunjukkan adanay 2 persen ion kromium(III) dalam struktur kristal batu permata. Tentunya emerald tidak digunakan sebagai sumber untuk memproduksi berilium karena harganya yang mahal dan lebih banya dimanfaatkan sebagai perhiasan. 

Senyawa senyawa berilium memilki rasa yang manis dan sanat beracun. Ketika senyawa sanyawa baru berilium diperoleh, pada abad ke 19, adalah hal biasa untuk melaporkan rasa dari senyawa tersebut seperti melaporkan titik leleh dan kelarutan pada zaman sekarang. Menghurup debu senyawa berilium saja dapat menyebabkan penyakit kronis yang dinamakan beriliosis.

Sifat kimia berilium yang sangat berbeda dari unsur golongan alkali tanah lainnya adalah karakter ikatan kovalen dalam senyawa berilium lebih dominan dibandingkan karakter ioniknya dalam senyawa senyawa yang dibentuknya. 

Berilium adalah unsur dengan jari jari paling kecil sehingga kationnya juga sangat kecil tetapi memiliki kerapatan muatan yang sangat besar (1100 C/mm3) yang membuatnya terpolarisasi setipa berikatan dengan anion manapun dan terjadi overlap dari kerapatan electron. Oleh karena itu senyawa ionic paling sederhana dari berilium cenderung ditemukan dalam bentuk tetrahedral seperti BeCl2.4H2O. 

Walaupun unsur berilium adalah masinh unsur logam, berilium juga mempunyai satu buah ciri ciri sebagai unsur nonlogam, yaitu kemapuannya membentuk spesi oksianion. Oksida logam normal umumnya bereaksi dengan asam menghasilkan kation kation tetapi tidak jika bereaksi dengan basa yang akan menghasilkan oksianion. 

Ada beberapa logam yang dapat melakukan kedunya yang disebut dengan amfoter. Berilium oksida tidak hanya bereaksi dengan ion hidroksida membentuk ion tetraaquaberilium tetapi juga bereaksi dengan ion hidroksid membentuk ion terahidroksiberilat.

Reaksi oksida berilium dengan ion hidroksida
H2O(l) + BeO(s) + 2H3O+(aq) => [Be(OH2)4]2+
H2O(l) + BeO(s) + 2H3O+(aq) => [Be(OH)4]2-

Logam tidaklah bersifat amfoter, kecuali alumunium dan seng. Logam golongan ini kadang kadang disebut logam lemah yang ebih cenderung mendekati bentuk semilogam dan golongan nonlogam.

Persamaan berilium dengan aluminium
Ada beberapa persamaan antara unsur pertama dalam logam alkali tanah yaitu berilium dengan unsur golongan alain. Marilah kita lihat persamaan logam berilium dengan alumunium berikut :

  1. Diudara, kedua logam tersebut mebentuk oksida dipermukaan logam yang melindungi bagian dalam logam terkena oksidasi lebih lanjut.
  2. Kedua unsur adalah amfoter membantuk ion positif sekaligus bisa juga memebntuk ion negative jika direkasikan dengan ion hidroksida yang pekat.
  3. Kedua unsru memebntuk karbida ( Be2C dan Al4C3) yang bisa bereaksi dengan air membentuk metana, sedangkan dikarbida dari unsur lain dalam golongan alkali tanah bereaksi dengan air membentuk etana.

Walaupun begitu, ada juga beberapa perbedaan besar antara sifat kimia alumunium dengan berilium. Satu yang paling menonjol adalah rumus hidrat yang dibentuk oleh kedua unsur. Berilium membentuk [Be(OH2)4]2+ sedangkan alumunium membentuk [Al(OH2)6]3+. Jumlah bilnagan koordinasi terendah pada berilium akan dihitung dalam dua cara yaitu : 

  1. Atom nerilium tidak mepunyai orbital d yang siap untuk berikatan 
  2. Secara fisik ionnya terlalu kecil untuk mengikat 6 buah molekul air dalam ikatannya karena tentu jaraknya akan semakin kescil dan ion menjadi tidak stabil. 

Source : Best on my understanding from Descriptive Anorganic Chemsistry (ciahhh pake bahasa inggris). . . . jika ada yang salah silahkan berikan masukan pada kolom komentar agar saya edit secepatnya. . . maafkan kemampuan bahsa inggris saya yang tidak seberapa ini . . . ha ha ha . . . jika kalian suka dan piker ini bermanfaat sebarkanlah ya. . . terimakasih telah berkunjung.. . . 
Bantu Orang Untuk Temukan Artikel Ini Lewat Tombol Share Di Bawah Ini
0 Komentar untuk "Berilium (Be) : Sifat dan Kegunaan"

Back To Top