Solusi Online Pelajaran Kimia di Sekolah dan Kampus

T1/26/2019

Bagaimana Cara Kerja Kertas Lakmus Dalam Membedakan Senyawa Asam dan Basa?

Sudahkan kamu belajar tentang senyawa asam dan basa? Jika kamu sedang duduk di bangku kelas 11 SMA, maka tentunya kamu sedang mempelajari bab ini bukan. Mempelajari senyawa asam dan basa tentu sangat menarik karena kedua senyawa sering kita temukan atau bahkan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, sabun mandi yang bersifat basa dan minuman bersoda yang bersifat asam.

Tahukah kamu bagaimana cara kita membedakan suatu zat bersifat asam atau basa? Ada banyak cara yang dapat untuk menentukan suatu zat bersifat asam atau basa. Namun yang paling sederhana dan bisa didemontrasikan di depan kelas adalah pengujian asam basa menggunakan kertas lakmus.

Apa itu kertas lakmus?
Kertas lakmus adalah kertas yang digunakan sebagai indikator pH melalui perubahan warna yang dihasilkannya ketika kertas ini ditetesi oleh larutan asam atau basa.

Kertas lakmus sebenarnya terbuat dari kertas saring biasa. Hanya saja, kertas saring tersebut diberi campuran berbagai macam pewarna alami yang didapatan dengan cara mengekstrak Lichens {lumut kerak, terutama spesies Rocella tinctoria}.
Pada proses ekstraksi, Lichens dimasukkan ke dalam campuran urin, potash dan lime hingga mengalami fermentasi dan berubah warna. Kemudian, dihasilkanlah cairan lakmus {litmus}. Kertas yang diberi lakmus inilah yang disebut dengan kertas lakmus {source: sciencing.com}

Lakmus pertama kali diketahui digunakan sekitar tahun 1300 oleh ahli kimia Spanyol bernama Ardaldus de Villa Nova. Kata “lakmus” berasal dari bahasa Scandinavia kuno yang berarti “memberi warna”. Sementara, penggunakan kertas lakmus sebagai indikator pH tidak diketahui pasti sejak kapan dimulai.

Jenis-jenis Kertas Lakmus

1. Kertas lakmus merah
Kertas lakmus merah digunakan di laboratorium untuk mengidentifikasi senyawa basa. Kertas ini akan tetap merah didalam larutan asam namun berubah menjadi biru di dalam larutan basa. Beberapa senyawa yang dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru adalah baking soda, batu kapur, amonia, pembersih lantai dan arah manusia.

Kertas lakmus merah dibuat dengan cara mewarnai kertas saring dengan cairan lakmus dan dimerahkan dengan cara menambah larutan asam sulfat dalam jumlah kecil dan kemuian dikeringkan di udara.

2. Kertas lakmus biru
Kertas lakmus biru berubah menjadi merah di dalam larutan asam, tetapi tetap biru dalam larutan basa. Artinya, kertas lakmus biru digunakan untuk mengidentifikasi senyawa asam.

Kertas lakmus biru dibuat hanya dengan menambahkan cairan lakmus pada kertas saring. Zat-zat yang dapat memerahkan lakmus biru seperti asam sulfat, asam klorida, asam nitrat, cuka, jeruk nipis, minuman bersoda dan lain-lain.
3. Kertas Lakmus Netral/Ungu
Jika kertas lakmus biru dan merah hanya berubah pada kondisi tertentu {asam atau basa}, tidak dengan lakmus netral. Kertas lakmus netral akan berubah warna menjadi merah dalam suasana asam dan biru dalam suasana basa.

Kertas lakmus netral mengandung antara 10 sampai 15 jenis pewarna seperti azolitmin, leukazolitmin, leukoorsein, dan spaniolitmin.

Karena kertas lakmus netral dapat mendeteksi senyawa asam dan basa sekaligus, penggunaannya menjadi lebih efektif. Oleh karena itu, banyak laboratorium yang mengganti penggunaan kertas lakmus merah dan biru dengan kertas lakmus netral.

Cara Kerja Kertas Lakmus Dalam Menidentifikasi Senyawa Asam dan Basa
Cairan lakmus terdiri dari berbagai macam campuran senyawa organik. namun, umumnya senyawa yang bertanggung jawab dalam perubahan warna aalah 7-hiroksiphenoxazon.

Perhatikan bagian OH yang ada pada molekul tersebut. Ikatan antara O dan H dipengaruhi oleh keelektronegatifan. Karena O lebih elektronegatif dibandingkan H, atom H dapat dengan mudah lepas dari molekul.

Oleh karena itulah, senyawa diatas merupakan senyawa asam lemah.

Asam lemah diatas apat kita ringkas menjadi Hind dengan H adalah adalah atom hidrogen pada senyawa 7-hiroksiphenoxazon dan Ind adalah bagian lainnya. Asam lemah tidak mengion sempurna di dalam air sehingga terbentuk reaksi kesetimbangan.

Hind <==> H+ + ind-

Jika jumlah maka akan muncul warna merah, sedangkan jika Ind- yang banyak maka akan muncul warna biru.

Ketika kertas lakmus kita masukkan ke dalam senyawa asam, maka jumlah H+ pada indikator akan bertambah. Akibatnya, kesetimbangan bergeser ke arah Hind sehingga warna kertas lakmus berubah menjadi merah.

Sementara, jika kertas lakmus kita masukkan ke dalam senyawa basa, maka H+ indikator akan bereaksi dengan OH- membentuk H2O. Akibat reaksi ini, jumlah H+ indikator berkurang sehingga kesetimbangan bergeser ke arah kanan. pada kondisi ini, warna yang muncul adalah biru.

Dengan sistem kesetimbangan iatas, kertas lakmus dapat mendeteksi mana larutan asam atau basa berdasarkan perubahan warna yang terjadi.

Semoga dengan penjelasan ini kamu dapat memahami apa itu lakmus dan bagaimana cara kerjanya dalam menentukan suatu zat bersifat asam atau basa. Jika kamu punya pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar bagian bawah ya. Sampai jumpa lagi di lain artikel.
0 Komentar untuk "Bagaimana Cara Kerja Kertas Lakmus Dalam Membedakan Senyawa Asam dan Basa?"

Back To Top