Solusi Online Pelajaran Kimia di Sekolah dan Kampus

T2/27/2019

Struktur, Fungsi dan Kelainan Pada Sel Darah Merah {Eritrosit}

Pada manusia dan hewan, darah merupakan alat transportasi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh. Oleh karena itu, darah ada disemua bagian tubuh kita.

Darah manusia mengandung beberapa komponen yaitu:
1. Sel darah merah
2. Sel arah putih
3. Keping arah
4. Plasma darah

Setiap komponen darah memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Pada postingan kali ini, mari kita mempelajari secara singkat bagaimana struktur/bentuk dari sel darah merah, fungsi an kelainan apa saja yang dapat terjadi pada sel darah merah kita.

Sel Darah Merah
1) Sel darah merah atau eritrosit merupakan jenis sel yang paling banyak jumlahnya di dalam darah.

2) Fungsi utama dari darah dalam tubuh manusia adalah untuk mengangkut oksigen ke seluruh sel-sel tubuh dan membawa karbon dioksida ke paru-paru untuk kemudian dibuang keluar tubuh melalui proses respirasi.

3) Di dalam tubuh, darah mengalir di dalam pembuluh darah. semakin jauh dari jantung, maka ukuran pembuluh arahnya semakin kecil. di tingkat sel akan terdapat pembuluh darah kecil yang disebut engan pembuluh darah kapiler.

4) Sel darah merah merupakan kunci utama dalam membedakan golongan darah seseorang. Golongan darah dibedakan berasarkan ada atau tidaknya zat-zat tertentu/antigen di permukaan sel darah merah. Antigen dipermukaan sel darah merah berfungsi sangat penting yaitu agar sistem imun tubuh dapat mengenali sel darah merahnya sendiri.

Struktur Sel Darah Merah
1) Sel darah merah berbentuk seperti cakram pipih dan cekung di area tengahnya. Bentuk seperti ini dapat meningkatkan luas permukaan sel darah merah sehingga oksigen dan karbon dioksida dapat dengan mudah berdifusi melewati membran sel darah merah.
.
https://avbiologi-ipa.blogspot.com/
2) Di dalam sel arah merah terdapat protein alam jumlah yang sangat banyak yang disebut dengan hemoglobin. Hemoglobin merupakan molekul protein yang mengandung unsur besi dan berperan sebagai pengikat molekul oksigen yang masuk ke dalam pembuluh arah melalui paru-paru.

3) Warna merah pada darah sebenarnya dihasilkan karena di dalam sel darah merah terdapat hemoglobin.

4) Tidak seperti sel-sel lain di dalam tubuh kita, sel darah merah tidak mengandung inti, mitokondria dan ribosom. Tidak adanya organel-organel ini menyisakan ruang yang besar sehingga sel darah merah dapat menampung hemoglobin dalam jumlah besar.

Produksi Sel Darah Merah
1) Sel darah merah berasal dari sel-sel batang yang ada di sumsum merah tulang.

2) Produksi sel darah merah dipicu oleh rendahnya kadar oksigen di dalam darah. produksi sel darah merah dikenal juga dengan nama eritropoiesis.

3) Rendahnya kadar oksigen dalam darah dapat dipicu oleh berbagai faktor, misalnya tubuh kehilangan darah terlalu banyak akibat luka atau pendarahan, berada di daerah ketinggian, kerusakan pada sumsusm tulang dan rendahnya kadar hemoglobin.

4) Ketika ginjal mendeteksi kadar oksigen rendah di dalam darah, ginjal akan memproduksi dan mensekresikan hormon yang disebut dengan eritropoietin. Hormon inilah yang merangsang produksi sel darah merah di sumsum tulang.

5) Sel darah merah baru yang terbentuk akan dilepas ke dalam aliran arah dan secara bertahap akan meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan jaringan tubuh.

6) Ketika ginjal mendeteksi bahwa kadar oksigen dalam darah sudah meningkat dan kembali normal, maka ginjal akan memperlambat pelepasan hormon eritropoietin dan akibatnya, produksi sel darah merahpun menurun.

7) Sel darah merah kita umumnya beredar dalam pembuluh selama empat bulan. Karena mereka tak punya nukleus dan beberapa organel penting, maka sel darah merah tidak bisa melakukan pembelahan mitosis untuk memperbanyak diri.

8) Ketika sel darah merah tua dan rusak, mereka akan segera dikeluarkan dari aliran dalam oleh limpa, hati dan kelenjar getah bening. Organ-organ ini mengandung sel darah putih yang disebut dengan makrophagus. Sel darah putih ini kemudian akan mencerna sel darah merah yang sudah rusak.

Fungsi Sel Darah Merah Dalam Perukaran Gas Oksigen dan Karbon Dioksida
https://avbiologi-ipa.blogspot.com/
Sel darah merah mengalir di pembuluh darah menuju jaringan tubuh sambil membawa oksigen. 
1) Dalam respirasi, sel darah merah memiliki peran yang sangat penting. Oksigen dan karbon dioksida di bawa masuk dan keluar sel melalui sistem peredaran darah.

2) Di paru-paru, arteri pulmonari membentuk pembuluh arah berukuran kecil yang disebut dengan erteriol . Arteriol berfungsi untuk menyalurkan aliran arah langsung ke kapiler yang mengelilingi alveoli paru-paru.

3) Oksigen kemudian berdifusi melalui endotelium tipis alveoli dan masuk ke dalam darah.

4) Karbon dioksida yang dibawa oleh sel darah merah juga kemudian berdifusi menauju alveoli. Pada saat ini sudah terjadi pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.

5) Oksigen yang diikat oleh hemoglobin kemudian akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh jantung di dalam pembuluh darah, sementara karbon dioksida akan dihembuskan keluar dari tubuh.

Untuk mengetahui Kelainan Pada Sel Darah Merah, silahkan klik link yang tersebut.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai struktur sel, produksi dan fungsi dari sel arah merah manusia. Semoga kamu dapat memperoleh informasi bermanfaat dari artikel ini. sampai jumpa di artikel lainnya.
0 Komentar untuk "Struktur, Fungsi dan Kelainan Pada Sel Darah Merah {Eritrosit}"

Back To Top