Solusi Online Pelajaran Kimia di Sekolah dan Kampus

T12/25/2019

Pembahasan Soal UN Kimia 2018 No 1 - 10

Soal 1
Diketahui unsur 11X dapat berikatan dengan unsur 17Y, sifat fisik senyawa yang terbentuk dan jenis ikatannya berturut-turut adalah……..
A. Lelehannya dapat menghantarkan listrik, ionik
B. Larut dalam air, kovalen
C. Tidak larut dalam air, ionik
D. Larutannya menghantarkan listrik, kovalen
E. Larutannya tidak menghantarkan listrik, ionik

Pembahasan:
Untuk soal tipe ini ada 2 jenis ikatan yang perlu kamu ketahui yaitu:

  1. Ikatan ionik = Ikatan yang terjadi antara unsur logam dan unsur non logam.
  2. Ikatan kovalen = Ikatan yang terjadi antara 2 buah unsur non logam.

Oleh karena itu, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi terlebih dahulu jenis unsur yang diketahui pada soal, apakah termasuk unsur logam atau unsur non logam.

Caranya adalah dengan membuat konfigurasi elektron masing-masing unsur. Dari jumlah elektron valensinya (elektron pada kulit terakhir), kita bisa mengetahui apakah suatu unsur termasuk unsur logam atau non logam, dimana:

  • Unsur logam = cenderung melepaskan elektron = jumlah elektron valensi < 4
  • Unsur non logam = cenderung menangkap elektron = jumlah elektron valensi besar >4.

Konfigurasi elektron:
X (11) = 2 8 1, elektron valensi = 1 ⇒ logam
Y (17) = 2 8 7, elektron valensi = 7 ⇒ non logam

Maka, Ikatan yang terjadi antara unsur x dan y adalah ikatan ionik.

Option B dan D pada soal di atas otomatis salah ya karena X dan Y tidak berikatan kovalen.

Senyawa yang berikatan ionik disebut dengan senyawa ion. Senyawa ion memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Larut dan mengion di dalam air.
  2. Larutan dan lelehannya dapat menghantarkan listrik.
  3. Berwujud padat pada suhu kamar.
  4. Ikatannya bersifat kuat sehingga senyawa ionik memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi.

Berdasarkan sifat-sifat senyawa ionik di atas maka jawaban yang benar untuk soal pertama ini adalah A.

Jika nanti yang ditanya adalah senyawa kovalen maka sifat-sifatnya adalah sebagai berikut:

  1. Hanya kovalen polar yang larut dan mengion di dalam air tetapi senyawa kovalen nonpolar tidak.
  2. Hanya kovalen polar yang dapat menghantarkan listrik dan harus dalam bentuk larutan ( lelehan nya tidak menghantarkan listrik) sementara kovalen nonpolar tidak mengantarkan listrik baik berupa larutan maupun lelehan.
  3. Senyawa kovalen dapat berwujud padat, cair ataupun gas pada suhu ruang. Senyawa kovalen yang berwujud padat umumnya bersifat rapuh.
  4. Titik didih dan titik lelehnya rendah.

Soal 2
Dua buah ion yaitu A^2+ dan B^- memiliki lintasan elektron sebagai berikut.
Jika unsur A mempunyai jumlah neutron 12 dan unsur B mempunyai jumlah neutron 18, pasangan data yang tepat adalah…….

Pembahasan:
Kalau kita lihat tabel di atas yang ditanya pada soal tersebut adalah golongan, periode dan notasi unsur A dan B. Untuk mencari golongan periode dan notasi unsur kita perlu data jumlah elektron unsur A dan B tersebut.

Berdasarkan gambar lintasan elektron diatas, jumlah elektron yang dimiliki oleh ion:
A^2+ = 10
B^- = 18

Sebagaimana yang kamu ketahui:
Ion positif
Terbentuk ketika suatu atom melepaskan sejumlah elektronnya keluar. Banyaknya elektron yang dilepaskan sama dengan besar muatan positif ionnya.

Ion A^2+ terbentuk ketika atom A melepaskan 2 buah elektron nya. Maka jumlah elektron yang dimiliki oleh atom A itu semula adalah:
= jumlah e ion + jumlah e yg dilepaskan
= 10 + 2
= 12

Jumlah elektron = nomor atom
Berarti, nomor atom unsur A adalah 10 (jawaban E salah)

Ion negatif
Terbentuk ketika suatu atom menyerap sejumlah elektron. Jumlah elektron yang diserap sama dengan besarnya muatan negatif dari ionnya.

Contoh, ion B^- pada soal diatas, muatannya adalah 1. Berarti ion ini terbentuk ketika atom B menangkap 1 buah elektron. Maka jumlah elektron B semula adalah:
= jumlah e ion - jumlah e yang diserap
= 18 - 1 = 17

Nomor atom unsur B = jumlah elektron = 17 ( jawaban B salah)

Nah setelah kita mengetahui jumlah elektron unsur A dan B, kita bisa menentukan golongan dan periode unsur berdasarkan konfigurasi elektronnya.

Konfigurasi elektron:
A (12) = 2 8 2 ⇒ elektron valensi = 2
B (17) = 2 8 7 ⇒ elektron valensi = 7

Sebagaimana yang kamu ketahui bahwa:
Golongan = jumlah elektron valensi
Periode = jumlah kulit yang terisi elektron

Berarti:
Unsur A terletak pada periode 3 golongan IIA dan unsur B be berada pada periode 3 golongan VIIA.

Maka jawaban yang benar untuk soal ini adalah A.

Catatan
Untuk menentukan notasi unsur kita harus cari nomor massanya terlebih dahulu dengan rumus sebagai berikut:
Nomor massa = A = proton + neutron

Contoh:
Unsur A memiliki jumlah elektron 12. Pada unsur netral jumlah elektron sama dengan jumlah proton.
Jumlah p = jumlah e = 12
Nomor massa = p + n = 12 + 12 = 24

Maka, notasi unsur nya adalah 24 A 12.

Soal 3
Perhatikan konfigurasi elektron X dan Y berikut ini:
X = 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^3
Y = 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^5
Jika kedua senyawa tersebut bersenyawa, rumus kimia yang mungkin terjadi dan bentuk molekul senyawa yang benar adalah……

Pembahasan:
Untuk menentukan rumus molekul senyawa, kita cari dulu bagaimana cara unsur diatas mencapai kestabilan (sesuai dengan aturan oktet dimana unsur stabil apabila memiliki elektron valensi 8).

Unsur X ⇒ elektron valensi = 5 = stabil dengan menangkap tiga buah elektron ⇒ X^-3

Unsur Y ⇒ elektron valensi = 7 = stabil dengan menangkap satu buah elektron ⇒ Y^-1

Cara mencari rumus molekul senyawa jika unsur X dan Y berikatan, kamu cukup kali silang angka muatan ketika kedua unsur stabil (angka muatan yang dikali silang menunjukkan jumlah unsur yang saling berikatan.

X^-3….. Y^-1 ⇒ XY3

Maka jawaban yang benar untuk soal ini langsung kita dapatkan yaitu B.

Soal 4
Jika unsur A (nomor atom 7) dan B (nomor atom 17) berikatan, struktur Lewis yang benar adalah…….

Pembahasan: 
Untuk membuat struktur Lewis suatu senyawa tentu kita harus mengetahui rumus molekul senyawa tersebut. Cara mencarinya sama seperti soal sebelumnya.

Konfigurasi elektron :
A (7) = 1s^2 2s^2 2p^3 ⇒ elektron valensi = 5 ⇒ stabil dengan menangkap dua elektron = A^2-

B (17) = 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^5 ⇒ elektron valensi ⇒ 7 ⇒ stabil dengan menangkap satu buah elektron ⇒ B^-1

A^2-....... B^-1 ⇒ AB2

Dari option yang tersedia cuma ada satu senyawa yang memiliki rumus molekul AB2 yaitu B. Maka, option B ini merupakan jawaban yang paling tepat untuk soal keempat ini.

Soal 5
Pada ruang tertutup dilakukan pembakaran 7 gram besi dengan 4 gram sulfonat menghasilkan besi sulfida sebanyak 11 gram. Kenyataan ini sesuai dengan hukum dasar kimia yaitu…….
A. Hukum perbandingan tetap (Proust)
B. Hukum perbandingan volume (Gay Lussac)
C. Hukum kekekalan massa (Lavoisier)
D. Hukum perbandingan berganda (Dalton)
E. Hukum perbandingan molekul (Avogadro)

Pembahasan :
Jika ada kata-kata ruang tertutup dan massa zat sebelum reaksi sama dengan sesudah reaksi, maka narasi soal tersebut merujuk pada konsep hukum kekekalan massa yang dikemukakan oleh Lavoisier.

Pada soal diatas, reaksi dilakukan di ruang tertutup. Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan massa dimana hukum ini hanya dapat dibuktikan jika dilakukan di ruang tertutup.

Oleh karena itulah, massa zat sebelum reaksi sama dengan sesudah reaksi.
Massa zat sebelum rx = massa zat sesudah rx
Massa besi + massa sulfida = massa besi sulfida
7 + 4 = 11

Jadi jawaban soal kelima ini adalah C ya.

Untuk hukum yang lain, kalian bisa baca contoh soalnya melalui link berikut ini.

Soal 6
Perhatikan data hasil uji hantar listrik terhadap beberapa larutan berikut!
Berdasarkan data tersebut, pasangan larutan yang memiliki derajat ionisasi = 0, ditunjukkan pada nomor……..
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (3) dan (5)
E. (4) dan (5)

Pembahasan :
Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Larutan elektron kuat ⇒ mengion sempurna dalam air ⇒ derajat ionisasi = 1, senyawa ion, asam dan basa kuat 
  2. Larutan elektrolit lemah ⇒ mengion sebagian di dalam air ⇒ derajat ionisasi > 0 dan < 1, asam lemah dan basa lemah 
  3. Larutan non elektrolit ⇒ tidak mengion di dalam air ⇒ derajat ionisasi = 0

Berarti, larutan yang memiliki derajat ionisasi = 0 adalah larutan non elektrolit. Ciri-ciri larutan non elektrolit berdasarkan uji nyala lampu dan ada atau tidak adanya gelembung adalah:

  • Nyala lampu = mati
  • Gelembung  = tidak ada 

Maka, larutan yang sesuai dengan ciri-ciri diatas adalah larutan nomor (1) dan (2) (jawaban A)

Kalau elektrolit kuat, ciri-cirinya adalah menghasilkan nyala lampu terang dan menghasilkan gelembung yang banyak pada elektrodanya (larutan 3).

Sedangkan larutan elektrolit lemah, kadang menghasilkan nyala lampu redup atau bahkan mati, tetapi pasti disertai dengan terbentuknya gelembung pada elektrodanya dalam jumlah sedikit (larutan 4 dan 5).

Soal 7
Perhatikan data titrasi asam-basa berikut!
Kadar (%) massa H2SO4 adalah (Mr = 98 gr/mol yang terdapat dalam 20 mL larutan asam sulfat tersebut jika massa jenisnya 1,8 gr/mL adalah…….
A. 0,33 %
B. 0,48 %
C. 0,98 %
D. 1,30 %
E. 4,90 %

Pembahasan :
Untuk mencari kadar atau persen massa H2SO4 dalam 20ml larutan H2SO4 yang molaritasnya tidak diketahui, maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari berapa molaritas H2SO4 berdasarkan tabel titrasi asam basa yang diketahui pada soal.

Pada titrasi asam-basa berlaku rumus :
[H+] = [OH-]

Namun, perlu kalian ingat bahwa H2SO4 adalah asam bervalensi dua (jumlah H+ yang dilepaskannya 2), maka rumusnya kita sesuaikan menjadi:
2 x [H+] = [OH-]
2 x M asam x V asam = M basa x V basa
2 x M H2SO4 x V H2SO4 = M NaOH x V NaOH

Kalau misalkan jumlah H+ dan OH - sama (contoh sepertidak larutan HCl dan NaOH), maka kita gunakan rumus semula.

(volume disini kita pakai volume rata-rata dari ketiga percobaan titrasi asam-basa yang tersaji pada tabel diatas)

2 x M H2SO4 x 20 mL = 0,4 M x 24 mL
M H2SO4 =(0,4 x 24)/(2 x 20) M
M H2SO4 = 0,24 M

Jd, M larutan H2SO4 disini adalah 0,24 M.

Sekarang, kita akan mencari kadar atau persen massa H2SO4 yang terkandung dalam 20 mL larutan H2SO4 0,24 M.

Pertama, kita cari dulu berapa mol H2SO4 dalam 20 mL H2SO4 0,24 M.
Mol = M x V = 0,24 M (Mol/L) x 0,02 L(V ubah ke L)
Mol = 0,0048 mol

Maka, massa H2SO4 yang terkandung dalam 20 mL larutan H2SO4 0,24 M adalah :
Massa/gr = mol x Mr = 0,0048 mol x 98 gr/mol
Massa/gr = 0,4708 gram

Nah, untuk mencari kadarnya, kita gunakan rumus berikut:
Kadar = (massa zat/massa larutan)  x 100%

Massa 20 mL larutan H2SO4 yang massa jenisnya 1,8 gr/ mL adalah :
= V x massa jenis = 20 mL x 1,8 gr/ mL = 36 gram

Maka, kadar atau persen massa H2SO4 dalam 20 mL larutan H2SO4 0,24 M adalah :
Kadar = (massa zat/massa larutan)  x 100%
Kadar = (0,4708 gr/36 gr) x 100 %
Kadar = 1,30 % (dibulatkan)

Jawaban soal ini adalah D.

Soal 8
Perhatikan gambar dua larutan berikut ini.
Pernyataan terkait kedua larutan tersebut, antara lain :

  1. Kedua larutan sama-sama memiliki pH = 3
  2. Kedua larutan adalah asam lemah
  3. Kedua larutan memiliki harga [H+] yang sama
  4. Kedua larutan dapat mengubah lakmus merah
  5. Kedua larutan dapat terionisasi sempurna

Pasangan penjelasan yang tepat untuk kedua larutan tersebut adalah……
A. (1) dan (3)
B. (1) dan (5)
C. (2) dan (4)
D. (2) dan (5)
D. (3) dan (5)

Pembahasan:
Kita cek satu persatu pernyataan yang diberikan pada soal diatas.

Pernyataan pertama berkaitan dengan pH.
HCl = asam kuat dan CH3COOH = asam lemah (pernyataan kedua salah ya).

[H+] HCl = M asam = 10^-3 M
pH = - log [H+] = - log 10^-3 = 3

[H+] CH3COOH = Akar Ka x M…
[H+] CH3COOH = akar 10^-5. 10^-1 = 10^-3 M
pH = - log [H+] = - log 10^-3 = 3

(pernyataan 1 dan 3 benar)

Maka, jawaban yang benar tepat untuk soal ini adalah A.

Soal 9
Diketahui campuran larutan penyangga sebagai berikut.
Urutan harga pH dari yang terkecil adalah…….
A. (1) - (2) - (3)
B. (1) - (3) - (2)
C. (2) - (1) - (3)
D. (3) - (1) - (2)
E. (3) - (2) - (1)

Pembahasan:
Jika kita perhatikan, campuran larutan diatas membentuk penyangga asam (karena merupakan campuran asam lemah + garamnya). Untuk menghitung pH larutan penyangga asam, kita gunakan rumus berikut ini.

[H+] = Ka x (mol asam lemah/mol garam)

Dengan pH = - log [H+]

Cara termudah menjawab soal ini ya dengan menghitung pH masing-masing larutan penyangga yang terbentuk.

Campuran 1
50 mL CH3COOH 0,1 M + 50 mL CH3COONa 0,1 M
Mol asam lemah (CH3COOH) = M x V = 0,1 x 50 = 5 mmol
Mol garamnya (CH3COONa) =  M x V = 0,1 x 50 = 5 mmol

[H+] = Ka x (mol asam lemah/mol garam)
[H+] = 10^-5 x (5 mmol /5 mmol)
[H+] = 10^-5 M

pH = - log 10^-5 = 5

Campuran 2
50 mL CH3COOH 0,1 M + 100 mL CH3COONa 0,1 M
Mol Al = 50 x 0,1 = 5 mmol
Mol G = 100 x 0,1 = 10 mmol
[H+] = 10^-5 x (5/10) = 5 x 10^-6 M
pH = - log 5 x 10^-6 = 6 - log 5

Campuran 3
Kalau kalian perhatikan, ternyata campuran ketiga itu tidak membentuk larutan penyangga. Soalnya, KCN tidak mengandung basa konjugasi dari CH3COOH. Harusnya, garamnya bukan KCN tetapi CH3COOK , jika kita ingin asam lemahnya CH3COOH.

Atau, asam lemahnya diganti jadi HCN jika ingin garamnya tetap KCN.

Maka, jawaban soal tidak ada ya.

Soal 10
Bacalah wacana berikut ini.
Berdasarkan wacana tersebut, pemberian larutan bikarbonat pH 6,7 bertujuan untuk…..
A. Menaikkan pH darah dengan menggeser kesetimbangan ke arah kiri.
C. Menaikkan pH darah dengan menggeser kesetimbangan ke arah kanan.
C. Menaikkan pH darah tanpa menggeser kesetimbangan.
D. Menurunkan pH darah dengan menggeser kesetimbangan ke arah kiri.
E. Menurunkan pH darah dengan menggeser kesetimbangan ke arah kanan.

Pembahasan:
Tujuan pemberian bikarbonat jelas adalah untuk menurunkan pH, soalnya keadaan alkalosis merupakan keadaan kelebihan basa dimana pH darah meningkat.

Nah, masalahnya adalah ke mana arah pergeseran kesetimbangan reaksi, ke kanan atau ke kiri?

Untuk menjawab pertanyaan ini, perhatikan reaksi ketiga yang diketahui pada soal diatas.
H2CO3 + H2O ⇔ H3O+ + HCO3^-

Larutan buffer bikarbonat itu mengandung HCO3^- yang pada reaksi diatas berada di bagian produk. Sebagaimana yang kita pelajari pada bab kesetimbangan kimia, jika jumlah produk ditambah, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan (kiri).

Dari wacana di atas kita dapatkan informasi bahwa keadaan alkalosis disebabkan karena jumlah CO2 terlarut di dalam darah berkurang.

Dengan penambahan bikarbonat terjadi pergeseran kesetimbangan ke arah kiri pada reaksi ketiga yang memperbanyak jumlah H2CO3 dan H2O.

Sekarang perhatikan reaksi kedua. Jika jumlah H2CO3 nya bertambah maka tentu reaksi ini mengalami pergeseran kesetimbangan ke arah kiri juga.

Akibatnya jumlah molekul CO2 terlarut bertambah dan hal tersebut dapat menurunkan pH darah.
Nah, terlihatkan bahwa penambahan bikarbonat menyebabkan kesetimbangan reaksi bergeser ke arah kiri. Maka jawaban yang benar untuk soal ini adalah D.

Untuk pembahasan soal lainnya, kamu bisa kunjungi link berikut.

Bantu Orang Untuk Temukan Artikel Ini Lewat Tombol Share Di Bawah Ini
0 Komentar untuk "Pembahasan Soal UN Kimia 2018 No 1 - 10"

Back To Top