-->

Solusi Online Pelajaran Kimia di Sekolah dan Kampus

T1/26/2021

Menentukan Warna Indikator dalam Larutan Asam atau Basa dengan pH Tertentu

Artikel ini menjelaskan tentang cara menentukan warna apa yang akan ditunjukkan oleh suatu indikator jika ditetesi ke dalam larutan asam atau basa dengan pH tertentu.

Indikator asam basa adalah suatu zat yang digunakan untuk mengidentifikasi sifat larutan, apakah asam atau basa melalui perubahan warna yang ditunjukkannya.

Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai salah satu indikator asam basa yang berbentuk larutan. Indikator larutan ini punya ciri khas yaitu memiliki trayek pH.

Trayek PH adalah batas-batas PH ketika indikator mulai menunjukkan perubahan warna.

Contoh:
Indikator metil merah memiliki trayek PH berkisar antara 4,2 - 6,2 dengan perubahan warna merah - kuning.

Trayek pH dan perubahan warna dari metil merah mengandung arti bahwa:
  • Jika indikator metil merah ditetesi ke dalam larutan yang pH-nya sama atau lebih kecil dari 4,2 maka warna yang ditunjukkan oleh indikator adalah merah.
  • Jika metil merah ditetesi ke dalam larutan yang pH nya sama atau besar dari 6,2 maka warna yang ditunjukkan oleh indikator adalah kuning.
  • Sedangkan jika indikator metil merah ditetesi ke dalam larutan yang pH nya di antara 4,2 dan 6,2 maka warna yang ditunjukkan oleh indikator adalah kombinasi dari warna merah dan kuning yaitu jingga.

Dengan prinsip perubahan warna yang ditunjukkan oleh indikator dalam berbagai larutan yang memiliki pH tertentu, kita bisa menggunakan indikator ini untuk mengidentifikasi sifat larutan atau bahkan membuat prediksi tentang rentang pH larutan tersebut.

Selain metil merah, masih banyak lagi indikator asam basa dengan trayek pH yang berbeda-beda yang perlu kamu ketahui. 

Tabel dibawah ini menunjukkan daftar beberapa indikator larutan dengan trayek pH dan perubahan warna yang ditunjukkannya.

Indikator                  Trayek         Perubahan 
                                        pH                  Warna 
Timol biru                 1,2 - 2,8      merah-kuning 
Metil kuning             2,9 - 4,0      merah-kuning 
Bromfenol biru        3,0 - 4,6        kuning-biru 
Metil oranye             3,1 - 4,4       merah-kuning 
Bromkresol hijau    3,8 - 5,4          kuning-biru
Metil merah              4,2 - 6,2        merah-kuning 
Azolitmin                   5,0 - 8,0          merah-biru 
Metil ungu                 4,8 - 5,4          ungu-hijau 
p-nitrofenol               5,6 - 7,6       tdk berwarna-
                                                              merah
Bromtimol biru        6,0 - 7,6         kuning-biru 
Fenolftalein              8,2 - 10,2      tdk berwarna-
                                                               merah
Alizarin kuning      10,1 - 12,0      kuning-ungu

Soal-soal yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah yang berkaitan dengan warna yang ditunjukkan oleh indikator jika ditetesi ke dalam larutan dengan pH tertentu.

Contoh Soal 1
Trayek pH dan perubahan warna dari indikator bromtimol biru berturut-turut adalah 6,0 sampai 7,6 dan kuning-biru. Bagaimana warna indikator bromtimol biru dalam:
  • 9,8 gram H2SO4 dalam 100 ml air (Mr = 98)
  • Larutan KOH 0,005 M
  • 0,31 gram H2CO3 (Mr = 62) dalam 500 mL air (Ka H2CO3 = 4 x 10^-8 )

Pembahasan:
Warna yang ditunjukkan oleh indikator bromtimol biru di dalam larutan a.
mol H2SO4 = gr/Mr = 9,8 gram/98 gram/mol) = 0,01 mol

Konsentrasi H2SO4 
= mol/V = 0,01 mol/0,1 L = 0,1 M atau 1 . 10-¹ M 

H2SO4 adalah asam kuat bervalensi 2. Konsentrasi  H+ di dalam larutan ini adalah:
[H+] = valensi x M H2SO4
[H+] = 2 x 1 x 10-¹ M
[H+] = 2 x 10-¹ M

pH larutan = - log [H+] = - log 2 x 10-¹ = 1 - log 2

Karena larutan H2SO4 ini memiliki pH yang lebih kecil dibandingkan 6,0, maka warna indikator bromtimol biru jika diteteskan ke dalam larutan ini adalah kuning.

Warna yang ditunjukkan oleh indikator bromtimol biru di dalam larutan b
KOH adalah basa kuat bervalensi 1. Untuk basa kuat bervalensi satu, konsentrasi OH- di dalamnya sama dengan konsentrasi bahasanya.

[OH-] = M KOH = 0,005 M atau 5 x 10-³ M.

pOH = - log [OH-] = - log 5 x 10-³ = 3 - log 5

pH = 14 - pOH = 14 - (3 - log 5) = 11 + log 5

PH larutan KOH 0,005 M ini besar dari 7,6, sehingga warna indikator bromtimol biru di dalam larutan ini adalah biru.

Warna indikator bromtimol biru dalam larutan c
H2CO3 merupakan asam lemah. 0,31 gram H2CO3 memiliki mol sebesar:
mol = gr/Mr = 0,31/62 = 5 x 10-³ mol

Karena sebanyak 0,31 gram H2CO3 dilarutkan ke dalam 500 ml air, maka akan terbentuk larutan dengan konsentrasi:
M = mol/V = 5 x 10-³ mol/0,5 L = 1 x 10-² M

Konsentrasi H+ di dalam larutan ini dihitung menggunakan cara berikut:
Menentukan Warna yang Ditunjukkan Oleh Suatu Indikator dalam Larutan Asam atau Basa dengan pH Tertentu
pH = - log [H+] = - log 2 x 10-⁵ = 5 - log 2 

PH larutan ini juga kecil dibandingkan 6,2 sehingga warna indikator bromtimol biru di dalam larutan ini adalah kuning.

Sekian penjelasan tentang materi ini. Semoga kamu memperoleh manfaat dan menambah pengetahuan kamu tentang pelajaran kimia.

Artikel ini termasuk dalam seri artikel Bab Larutan Asam dan Basa. Kamu dapat mengunjungi artikel lain tentang bab ini melalui daftar link berikut:
Bantu Orang Untuk Temukan Artikel Ini Lewat Tombol Share Di Bawah Ini
0 Komentar untuk "Menentukan Warna Indikator dalam Larutan Asam atau Basa dengan pH Tertentu"

Back To Top