-->

Solusi Online Pelajaran Kimia di Sekolah dan Kampus

T2/06/2021

10 Contoh Soal (Pilihan Ganda) Persamaan Reaksi Kimia Sederhana dan Pembahasannya

Di dalam ini terdapat 10 buah contoh soal pilihan ganda materi persamaan reaksi kimia sederhana yang diajarkan di kelas 10 SMA semester 2 kurikulum 2013 disertai dengan pembahasannya.
10 Contoh Soal (Pilihan Ganda) Persamaan Reaksi Kimia Sederhana dan Pembahasannya
Contoh Soal 1
Perhatikan persamaan reaksi di bawah ini.
2Al(s) + 6HCl(aq) ⇒ 2AlCl3(aq) + 3H2(g)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka pernyataan dibawah ini yang tidak tepat adalah……….

A. Jumlah atom di kiri dan kanan tanda panah adalah sama
B. Terdapat 3 buah atom Cl di bagian kanan tanda panah
C. Koefisien reaksi untuk HCl adalah 6
D. Al yang bereaksi berwujud padat
E. Perbandingan mol Al dan H2 adalah 2 : 3

Pembahasan
Pernyataan A: benar
Reaksi pada soal ini adalah reaksi setara sehingga jumlah atom di kiri tanda panah adalah sama dengan di kanan tanda panah.
Reaksi yang setara memenuhi hukum kekekalan massa atau hukum lavoisier.

Pernyataan B: salah 
Di bagian kanan tanda panah terdapat 2 buah molekul AlCl3. Satu buah molekul AlCl3 mengandung 3 buah atom Cl, sehingga total atom Cl yang terdapat pada dua buah molekul AlCl3 adalah 6 buah.

Pernyataan C: benar 
Koefisien reaksi menyatakan jumlah zat yang bereaksi. Koefisien reaksi ditulis di depan zatnya.

Pada persamaan reaksi diatas koefisien reaksi untuk:
Al = 2
HCl = 6
AlCl3 = 2
H2 = 3

Pernyataan D: benar
Huruf yang berada di dalam tanda kurung menunjukkan wujud atau fasa dari zat-zat yang bereaksi pada suatu persamaan reaksi.

Ada 4 fasa zat yang perlu kamu ketahui yaitu:
s = solid = padat
l = liquid = cair
g = gas
aq = aqueos = larutan 

Beda kata cair dengan larutan adalah ada atau tidaknya pelarut. l mengandung zat murni dalam wujud cair tanpa adanya pelarut sedangkan aq mengandung zat yang sudah ditambahkan ke dalam pelarut.

Pernyataan E: benar
Menurut hukum Avogadro, perbandingan koefisien dalam suatu persamaan reaksi yang setara sama dengan perbandingan jumlah mol yang bereaksi.

Berdasarkan reaksi diatas maka, perbandingan mol Al dan H2 adalah 2 : 3, sesuai dengan perbandingan koefisiennya.

Jawaban: B

Contoh Soal 2

Ketika bubuk magnesium direaksikan dengan larutan asam sulfat maka akan terbentuk larutan magnesium sulfat dan gas hidrogen. Reaksi dibawah ini yang sesuai untuk menggambarkan peristiwa tersebut adalah………..
A. Mn(s) + H2SO4(aq) ⇒ MnSO4(aq) + H2(g)
B. 2Mn(s) + H2SO4(aq) ⇒ Mn2SO4(aq) + H2(g)
C. Mg(s) + 2H2SO4(aq) ⇒ Mg(SO4)2(aq) + 2H2(g)
D. Mg(s) + H2SO4(aq) ⇒ MgSO4(aq) + H2(g)
E. 2Mg(s) + H2SO4(aq) ⇒ Mg2SO4(aq) + H2(g)

Pembahasan
Pada soal ini kita diminta untuk menuliskan persamaan reaksi berdasarkan data yang terdapat pada soal.

Bubuk magnesium = Mg(s)
Larutan asam sulfat = H2SO4(aq)
Larutan magnesium sulfat = MgSO4(aq)
Gas hidrogen = H2(g)

Pada soal ini kalian juga dituntut untuk mampu menuliskan rumus kimia senyawa berdasarkan namanya. Materi ini sudah kalian pelajari pada bab sebelumnya.

Selanjutnya adalah menulis persamaan reaksi:
Mg(s) + H2SO4(aq) ⇒ MgSO4(aq) + H2(g)

Jika berhubungan dengan persamaan reaksi kalian harus selalu mengecek apakah reaksi tersebut setara atau tidak.

Persamaan reaksi diatas sudah setara.

Jawaban: D

Contoh Soal 3

Reaksi dibawah ini yang tidak sesuai dengan Hukum Kekekalan Massa adalah……..
A. C3H6(g) + O2(g) ⇒ CO2(g) + H2O(l)
B. H2(g) + I2(g) ⇒ 2HI(g)
C. N2(g) + 3H2(g) ⇒ 2NH3(g)
D. NaCl(aq) + AgNO3(aq) ⇒ AgCl(aq) + NaNO3(aq)
E. Cu(s) + 4HNO3(aq) ⇒ Cu(NO3)2(aq) + 2NO2(g) + 2H2O(l)

Pembahasan:
Hukum kekekalan massa berbunyi massa zat sebelum reaksi sama dengan sesudah reaksi. Hal ini mengandung arti bahwa dalam reaksi kimia tidak ada zat baru yang diciptakan dan tidak ada pula zat yang dimusnahkan.

Atom-atom dalam suatu persamaan reaksi tetap sama walaupun terjadi pemisahan dan penggabungan kembali atom-atom menjadi zat-zat yang baru yang berbeda sifatnya dengan zat zat semula.

Persamaan reaksi yang memenuhi hukum kekekalan massa adalah persamaan reaksi yang setara (jumlah atom di kiri sama dengan jumlah atom dikenal).

Persamaan reaksi pada soal di atas yang tidak memenuhi hukum kekekalan massa adalah persamaan reaksi A.

Harusnya persamaan reaksi tersebut di disetarakan menjadi:
2C3H6(g) + 9O2(g) ⇒ 6CO2(g) + 6H2O(l)

Jawaban: A

Contoh Soal 4
Untuk membuat karbon tetraklorida (CCl4), gas metana(CH4) direaksikan dengan gas klor(Cl2) menurut persamaan reaksi:
CH4 + Cl2 ⇒ CCl4 + HCl
(belum setara)
Berdasarkan reaksi tersebut maka perbandingan mol CCl4 dan HCl yang dihasilkan adalah……….
A. 1 : 1
B. 1 : 2
C. 1 : 4
D. 2 : 3
E. 2 : 5

Pembahasan
Menyetarakan reaksi:
CH4 + 4Cl2 ⇒ CCl4 + 4HCl
Perbandingan koefisien reaksi sama dengan perbandingan mol. Maka perbandingan mol CCl4 dan HCl adalah 1 : 4.

Jawaban: C

Contoh Soal 5

Berdasarkan reaksi:
aC5H12 + bO2 ⇒ cCO2 + dH2O
Maka nilai a b c dan d berturut-turut adalah…….
A. 1, 8, 5, 6
B. 1, 4, 5, 3
C. 1, 8, 5, 3
D. 2, 8, 5, 6
E. 2, 4, 5, 6

Pembahasan:
Untuk menyetarakan reaksi diatas maka berikut adalah langkah-langkah yang perlu kita lakukan.
Menyetarakan jumlah atom C, yaitu dengan mengubah huruf a menjadi 1 dan huruf c menjadi 5.

C5H12 + bO2 ⇒ 5CO2 + dH2O

Menyetarakan jumlah atom H yaitu dengan mengubah huruf d menjadi 6.

C5H12 + bO2 ⇒ 5CO2 + 6H2O

Pada reaksi diatas terdapat 16 buah atom O di bagian kanan reaksi. Untuk menyetarakanya, maka kita ubah huruf b menjadi 8.

C5H12 + 8O2 ⇒ 5CO2 + 6H2O

Nah reaksi diatas sudah setara. Nilai a, b, c dan d berturut-turut adalah 1, 8, 5 dan 6.

Jawaban: A

Contoh Soal 6

Jika reaksi dibawah ini disetarakan maka koefisien HCN dan H2O berturut-turut adalah……….
CH4(g) + NH3(g) + O2(g) ⇒ HCN(g) + H2O(g)
A. 2 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 2
D. 3 dan 6
E  2 dan 6

Pembahasan:
Langkah 1: mengganti koefisien masing-masing zat dalam persamaan reaksi dengan huruf a, b, c, d dan e.

aCH4(g) + bNH3(g) + cO2(g) ⇒ dHCN(g) + eH2O(g)

Langkah 2: membuat suatu persamaan yang menunjukkan jumlah atom di kiri dan di kanan.
C kiri = C kanan
a = d
H kiri = H kanan
4a + 3b = d + 2e
N kiri = N kanan
b = d
O kiri = O kanan
2c = e

Langkah 3: memisalkan salah satu koefisien = 1. Misalnya a = 1.
a = d, maka d = 1

b = d, maka b = 1

2c = e atau c = ½ e
4a + 3b = d + 2e, ganti a, b, dan d dengan 1.
4 x 1 + 3 x 1 = 1 + 2 x e
7 = 1 + 2e
2e = 6
e = 3

2c = e
c = e/2 = 3/2

Dari perhitungan diatas kita sudah mendapatkan nilai a, b, c, d dan e yang berturut-turut yaitu 1, 1, 3/2, 1 dan 3.

Maka reaksi tersebut setelah setara adalah sebagai berikut.
CH4(g) + NH3(g) + 3/2O2(g) ⇒ HCN(g) + 3H2O(g)

Pada reaksi diatas, ada koefisien zat yang berbentuk pecahan. Agar pecahannya hilang maka seluruh koefisien zat dikali dengan 2.
2CH4(g) + 2NH3(g) + 3O2(g) ⇒ 2HCN(g) + 6H2O(g)

Maka koefisien HCN dan H2O berturut-turut adalah 2 dan 6.

Jawaban: E

Contoh Soal 7

1 mol senyawa hidrokarbon CxHy bereaksi dengan 5 mol gas oksigen, membentuk 2 mol gas CO2 dan 4 mol dan 4 mol uap air. Senyawa hidrokarbon yang dimaksud adalah………..
A. CH4
B. C2H4
C. C2H6
D. C3H8
E  C4H8

Pembahasan
Senyawa hidrokarbon apapun jika direaksikan dengan oksigen selalu menghasilkan CO2 dan H2O (reaksi ini disebut reaksi pembakaran sempurna).

CxHy + 5O2 ⇒ 4CO2 + 4H2O

Pada bagian kanan reaksi terdapat 4 buah atom C. Untuk menyetarakan jumlah atom karbon maka nilai x adalah 4.

Pada bagian kanan reaksi juga terdapat 8 buah atom H. Agar jumlah atom H di kiri dan kanan reaksi sama maka nilai y kita ubah menjadi 8.
Maka senyawa hidrokarbon yang dimaksud pada soal ini: C4H8

Jawaban: E

Contoh Soal 8

Perhatikan persamaan reaksi di bawah ini
aCu + bHNO3 ⇒ cCu(NO3)2 + H2O + NO
Jika koefisien H2O dan NO2 berturut turut adalah 4 dan 2, maka nilai a, b dan c adalah……..
A. 3, 8, 3
B. 3, 3, 4
C. 8, 3, 4
D. 3, 4, 2
E. 8, 4, 2

Pembahasan
aCu + bHNO3 ⇒ cCu(NO3)2 + 4H2O + 2NO
Di kanan ada 8 H, sehingga untuk menyetarakan atom H maka ubah nilai b menjadi 8.

aCu + 8HNO3 ⇒ cCu(NO3)2 + 4H2O + 2NO

Selanjutnya yang dapat kita sekarang kan adalah jumlah atom N. Di bagian pereaksi ada 8 atom N. Agar jumlah atom N di kiri dan kanan reaksi sama, maka ubah nilai c menjadi 3.

aCu + 8HNO3 ⇒ 3Cu(NO3)2 + 4H2O + 2NO

Kemudian kita setarakan jumlah atom Cu cara mengganti nilai a menjadi 3.

3Cu + 8HNO3 ⇒ 3Cu(NO3)2 + 4H2O + 2NO

Sekarang menurut koefisien zat sudah kita temukan. Tinggal mengecek apakah reaksi sudah terdaftar atau belum. 

Reaksi diatas sudah setara. Maka, nilai a, b dan c berturut-turut adalah 3, 8 dan 3.

Jawaban: A

Contoh Soal 9

Diantara persamaan reaksi di bawah ini yang jumlah pada reaksi dan hasil reaksinya sama adalah………
A. 2NaNO3 ⇒ 2NaNO2 + O2
B. 2Na + Cl2 ⇒ 2NaCl
C. 4Al + 3O2 ⇒ 2Al2O3
D. CaCO3 ⇒ CaO + CO2
E  Ca(OH)2 + CO2 ⇒ CaCO3 + H2O

Pembahasan:
Reaksi yang jumlah pereaksi = hasil reaksi adalah reaksi yang jumlah koefisien pereaksi = jumlah koefisien hasil reaksi.

Dari reaksi di atas yang jumlah koefisien reaksi = hasil reaksi adalah yang option E.

Jawaban: E

Contoh Soal 10

Berdasarkan reaksi: 2Cu2S(l) + 3O2(g) ⇒ 2Cu2O(s) + 2SO2(g), maka pernyataan dibawah ini yang tidak benar adalah……….
A. Jumlah pereaksi lebih banyak dibandingkan hasil reaksi
B. Perbandingan mol antara SO2 dan O2 adalah 2 : 3
C. Jumlah atom-atom di kanan tanda panah sama dengan jumlah atom-atom di kiri tanda panah 
D. Cu2S yang bereaksi berupa larutan
E  Terdapat 6 buah atom oksigen di bagian kanan tanda panah

Pembahasan
Pernyataan A = benar
Jumlah perhati ada 5, sedangkan jumlah bereaksi hanya ada 4.

Pernyataan B = benar
Perbandingan mol SO2 dan O2 sesuai dengan perbandingan koefisiennya yaitu 2 : 3.

Pernyataan C = benar

Karena reaksi pada soal tersebut setara, tentunya jumlah atom-atom di kiri tanda panah = di kanan tanda panah.

Pernyataan D: salah
Pada reaksi diatas, fasa dari Cu2S adalah l yang berarti liquid/cair.

Pernyataan E: benar

Jawaban: D

Itulah 10 contoh soal pilihan ganda persamaan reaksi kimia sederhana beserta pembahasannya yang dapat dibagikan pada artikel kali ini. Semoga pembahasan soal-soal di atas menambah pemahaman kamu terhadap materi kimia di sekolah.
Bantu Orang Untuk Temukan Artikel Ini Lewat Tombol Share Di Bawah Ini
0 Komentar untuk "10 Contoh Soal (Pilihan Ganda) Persamaan Reaksi Kimia Sederhana dan Pembahasannya"

Back To Top