Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Kecenderungan Dalam Satu Golongan dan Perioda serta Contoh Soal Tentang Afinitas Elektron

Di dalam artikel ini kamu dapat menemukan penjelasan lengkap tentang apa yang dimaksud dengan afinitas elektron, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya afinitas elektron dan kecenderungan afinitas elektron dalam satu golongan dan perioda serta pembahasan beberapa contoh soal berkaitan dengan afinitas elektron.


Afinitas Elektron



Pengertian Afinitas Elektron

Afinitas elektron merupakan kebalikan dari energi ionisasi. Afinitas elektron adalah energi yang dilepaskan ketika sebuah elektron masuk ke dalam atom yang netral. Masuknya elektron ke dalam atom akan membuat atom tersebut bermuatan negatif (anion). 


Karena adanya energi yang dilepaskan ketika sebuah elektron masuk ke dalam atom, maka besarnya afinitas elektron selalu bertanda negatif (eksoterm). Nilai afiitas elektron suatu unsur yang semakin negatif meunjukkan bahwa semakin mudah elektron tersebut masuk ke adalam atom.


Contoh:

Afinitas elektron Cl = - 349 kJ/mol

Afinitas elektron I = - 295 kJ/mol

Karena afinitas elektron Cl lebih netaif dibandingkan I, maka Cl lebih mudah membentuk anion dibandingkan I.


Catatan:

Tanda negatif hanya menunjukkan bahwa adanya energi yang dilepaskan ketika sebuah elektron masuk ke dalam unsur netral.


Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Afinitas Elektron

Ukuran Atom

Kita megetahui bahwa inti yang bermuatan positif memiliki gaya tarik terhadap elektron yang bermuatan negatif. Semakin dekat jarak elektron terhadap inti, maka gaya tarik inti akan semakin besar pula.


Misalnya terdapat dua unsur yaitu Cl (17) dan Br (35). Konfigurasi elektron kedua unsur ini adalah:

Cl = 2 8 7

Br = 2 8 18 7

Karena jumlah kulit Cl lebih sedikit dibandingkan Br, maka jari-jari juga Cl < Br. Perhatikan gambar dibawah ini.


Jika terdapat sebuah elektron yang akan masuk ke dalam kedua unsur tersebut, maka jarak inti terhadap elektron pada atom Cl akan lebih dekat dibandingkan dengan jarak inti terhadap elektron pada atom Br mengingat jari-jari Br > Cl. 


Hal ini menunjukkan bahwa gaya tarik inti terhadap elektron luar pada atom Cl lebih kuat dibandingkan Br. Elektron lebih mudah masuk ke dalam atom Cl dibandingkan Br. Oleh karena itulah, energi yang dilepaskan oleh Cl (- 349 kJ/mol) ketika membentuk anion lebih besar dibandingkan Br ( - 324 kJ/mol).


Jadi kesimpulannya, semakin kecil ukuran atom, maka afinitas elektron akan semakin besar.


Muatan Inti

Selain ukuran atom, muatan inti juga mempengaruhi besar kecilnya afinitas elektron. Muatan inti yang besar akan membuat gaya tarik inti terhadap elektron luar juga besar. Hal ini menunjukkan bahwa elektron semakin mudah masuk ke dalam atom, energi yang dilepaskan besar dan begitu juga dengan afinitas elektronnya.


Contoh:

O (8) dan F (9)

Pada atom O terdapat 8 proton, lebih sedikit dibandingkan dengan atom F yang memiliki 9 proton. Maka dari itu, gaya tarik inti terhadap elektron terluar pada atom F lebih besar dibandingkan atom O sehingga afinitas elektron F > O.

Afinitas elektron O = - 142 kJ/mol

Afinitas elektron F = - 328 kJ/mol


Kecenderungan Afinitas Dalam Satu Golongan dan Perioda

Dalam Satu Golongan

Dari penejelasan sebelumnya dapat kita ambil kesimpulan bahwa afinitas elektron berbanding terbalik dengan jari-jari atom. Afinitas elektron akan semakin besar jika ukuran pada atom dengan jari-jari yang kecil.


Berdasarkan hal tersebut, dikarenakan dalam satu golongan, dari atas kebawah dalam sistem periodik, jari-jari atom semakin besar, maka afinitas elektronnya akan semakin kecil.


Dalam Satu Perioda

Dalam satu perioda, dari kiri ke kanan dalam sistem periodik, dikarenakan jari-jari atom semakin kecil sedangkan muatan inti semakin besar, maka afinitas elektron juga akan semakin besar.


Dari kecenderungan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa unsur halogen (VIIA) merupakan unsur dengan afinitas elektron paling besar. Unsur-unsur gas mulia, walaupun letaknya paling kanan tetapi tidak mempunyai afinitas elektron mengingat konfigurasi elektronnya yang sudah stabil.


Untuk mempermudah kamu memahami kecenderungan afinitas elektron dalam satu golongan dan perioda, silahka perhatikan gambar dibawah ini.


Afinitas Elektron Kedua

Yang sudah kita diskusikan pada penjelasan diatas adalah terkait dengan afinitas elektron pertama (satu elektron akan masuk ke dalam atom netral membentuk anion bermuatan negatif satu). Nilai afinitas elektron pertama setiap unsur selalu negatif.


Sedangkan, jika terdapat satu elektron lagi yang akan masuk ke dalam atom, sedangkan sebelumnya atom sudah bermuatan negatif, maka energi yang dibutuhkan pada proses ini disebut dngan afinitas elektron kedua.


Pada proses masuknya elektron kedua, dibtuhkan energi (tidak seperti yang pertama dimana ada energi yang dilepaskan) sehingga besarnya afinitas elektron kedua suatu unsur selalu bertanda positif.


Hal ini disebabkan karena agar elektron kedua dapat masuk ke dalam atom yang sebelumnya sudah bermuatan negatif, maka dibutuhkan energi yang dapat meneyimbangkan gaya toalk-menolak diantara elektron-elektron yang bermuatan ngetaif. Itulah sebabnya, proses ini berlangsung secara endoterm (dibuthkan energi) dan afinitas elektronnya akan bertanda positif.


Contoh:

Afinitas elektron pertama atom O = - 142 kJ/mol

Afinitas elektron kedua atom O = + 844 kJ/mol


Pembahasan Beberapa Contoh Soal Terkait Afinitas Elektron


Contoh Soal 1

Berikut ini adalah data afinitas elektron beberapa unsur yang terletak dalam satu golongan.

A = - 13 kJ/mol

B = - 46 kJ/mol

C = - 25 kJ/mol

D = - 98 kJ/mol

E = - 61 kJ/mol

Urutan usnur-unsur tersebut berdasarkan kenaikan nomor atomnya adalah….

A. A – B – C – D – E

B. B – E – C – A – D

C. C – D – A – B – E

D. D – E – B – C – A

E. E – D – C – A – B


Pembahasan:

Satu hal yang perlu kalian ingat bahwa tanda negatif pada afinitas elektron hanya merupakan tanda yang menunjukkan bahwa dalam proses tersebut dilepaskan energi. Dalam satu golonga, dari atas ke bawah dalam sistem periodik, afinitas elektron semakin kecil. Afinitas elektron berbanding terbalik dengan nomor atom. unsur dengan afinitas elektron paling besar adalah unsur yang memiliki nomor atm paling kecil. Hal yang sama berlaku sebaliknya.


Berdasarkan data diatas, unsur dengan nomor atom paling kecil adalah D, diikuti dengan E – B – C dan terakhir, unsur dengan nomor atom paling besar adalah A.

Urutan unsur-unsur berdasarkan kenaikan nomor atom = D – E = B – C – A


Kunci Jawaban: D


Contoh Soal 2

Unsur P, Q, R, S dan T terletak dalam satu perioda. Jika afinitas elektron unsur0unsur tersebut berturut-turut adalah – 145, - 365, - 234, - 123 dan – 302 (kdalam kJ/mol), maka urutan unsur-unsur tersebut berdasarkan kenaikan nomor atomnya adalah ……

A. S – P – R – T – Q

B. S – P – T – R – Q

C. Q – T – R – P – S

D. Q – T – S – P – R

E. P – Q – R – S – T


Pembahasan: 

Dalam satu perioda, dari kiri kekanan (sering dengan meningkatnya nomor atom), afinitas elektron semakin besar. Berarti, urutan unsur-unsur dimulai dari yang memiliki nomor atom paling kecil adalah S – P – R – T - Q


Kunci Jawaban:  A


Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai afinitas elektron mulai dari pengertian, faktor-faktor yang mempengaruhi, kecenderungannya dalam satu golongan dan perioda serta pembahasan beberapa contoh soal yang adapat saya bagikan pada artikel kali ini. Semoga kamu yang berkunjung ke blog ini memperoleh manfaat dari artikel diatas


Selain artikel ini, saya telah membuat banyak artikel lain untuk bab sistem periodik. Silahkan kunjungi tautan-tautan dibawah ini untuk melihatnya.

Materi Tentang Perkembangan Sistem Periodik


Materi dan Contoh Soal Tentang Sifat Keperiodikan Unsur 


Contoh Soal Untuk Bab Sistem Periodik

Posting Komentar untuk "Pengertian, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Kecenderungan Dalam Satu Golongan dan Perioda serta Contoh Soal Tentang Afinitas Elektron"