-->

Solusi Online Pelajaran Kimia di Sekolah dan Kampus

T1/02/2023

Menentukan Campuran Yang Dapat Membentuk Larutan Penyangga

Di dalam artikel kali ini, kita akan membahas soal-soal tentang cara menentukan campuran yang dapat membentuk larutan penyangga. Materi ini penting untuk kamu kuasai sebelum membahas mengani perhitungan pH larutan penyangga. Seperti biasa, soal-soal yang akan kita bahas adalah soal-soal pilihan ganda.


Contoh Soal 1

Perhatikan beberapa campuran berikut

1. NaCl dan HCl

2. CH3COOK dan CH3COOH

3. (NH4)2SO4 dan NH4OH

4. HCN dan NH4CN

5. NH3 dan NH4Br

Diantara campuran diatas yang dapat membentuk larutan penyangga adalah……..

A. 1, 2 dan 3

B. 1, 2 dan 4

C. 2, 3 dan 4

D. 2, 3 dan 5

E. 3, 4 dan 5


Pembahasan:

Kita mengetahui komponen dari larutan penyangga adalah:

1. Asam lemah dan basa konjugasinya

2. Basa lemah dan asam konjugasinya

Asam dan basa konjugasi dari larutan penyangga haruslah berasal dari garam asam atau basa kuatnya. Oleh karena itu, salah satu cara membaut larutan penyangga adalah dengan mencampurkan:

1. Asam lemah + garam AL + BK

2. Basa lemah + garam AK + BL


Dengan kriteria diatas, mari kita cek manakah dari campuran senyawa pada soal ini yang dapat membentuk larutan penyangga.

Campuran A = NaCl dan HCl

Tidak bisa membentuk larutan penyangga. Alasannya adalah karena HCl bukalah asam lemah dan NaCl adalah garam AK + BK. Campuran ini tidak menghasilkan komponen larutan penyangga.


Campuran B = CH3COOK dan CH3COOH

Bisa membentuk larutan penyangga karena CH3COOK adalah garam AL + BK dan CH3COOH merupakan AL. Campuran ini akan menghasilkan komponen larutan penyangga asam yaitu AL CH3COOH dan basa konjugasi CH3COO- yang dihasilkan dari ionisasi garam CH3COOK.


Campuran C = (NH4)2SO4 dan NH4OH

Bisa membentuk larutan penyangga. Hal ini disebabkan karena (NH4)2SO4 merupakan garam AK + BL dan NH4OH adalah basa lemah. Didalam campuran akan terdapat komponen larutan penyangga basa yaitu basa lemah NH4OH dan asam konjugasi NH4+ (yang dihasilkan dari proses ionisasi garam (NH4)2SO4.


Campuran D = HCN dan NH4CN

Tidak bisa membentuk larutan penyangga. Hal ini disebabkan karena NH4Cn adalah garam AL + BL. Garam ini tidak akan menghasilkan basa konjugasi dari HCN yaitu CN- ketika mengion. 


Campuran E = NH3 dan NH4Br

Bisa membentuk larutan penyangga. Larutan penyangga yang dibentuk adalah larutan penyangga basa karena didalam campuran terdapat basa lemah NH3 dan asam konjugasinya yaitu NH4+ yang dihasilkan dari proses ionisasi garam NH4Br (garam AK + BL)


Jadi , campuran diatas yang dapat membentuk larutan penyangga adalah campuran 2, 3 dan 5.


Kunci Jawaban: D


Catatan:

Cara menentukan jenis garam adalah dengan mengionkannya. Kemudian tambah kation dengan OH- dan anion dengan H+ untuk melihat asam basa pembentuk garam tersebut. 


Sebagai contoh: NaCl ==> Na+ + Cl-. Kation = Na + OH- = NaOH (BK) dan anion Cl- + H+ = HCl (AK). Berarti NaCl adalah garam AK + BK.


Contoh Soal 2

Diantara campuran berikut yang dapat membentuk larutan penyangga asam adalah…….

A. H2CO3 dan NH3

B. H3PO4 dan Na3(PO4)3

C. NH4OH dan NH4NO3

D. H2SO4 dan CaSO4

E. Ba(OH)2 dan BaF2


Pembahasan:

Larutan penyangga asam, seperti yang sudah dijelaskan pada pembahasan soal 1 memiliki komponen:

1. Asam lemah

2. Basa konjugasinya (dari garam AK + BL)


Campuran A = tidak bisa membentuk larutan penyangga

Alasan: H2CO3 dan NH3 adalah asam dan basa lemah. tidak ada senyawa gram pada campuran ini.


Campuran B = bisa membentuk larutan penyangga

Alasan: H3PO4 adalah AL dan Na3(PO4)3 adalah garam BK + AL. dari ionisasi garam tersebut akan dihasilkan basa konjugasi dari H3PO4 yaitu PO4^3-. Karena di dalam campuran ada AL dan basa konjugasinya, maka larutan penyangga yang dibentuk adalah penyangga asam.


Campuran C = bisa membentuk larutan penyangga. Tetapi, larutan penyangga yang dibentuk bersifat basa.

Alasan: NH4OH adalah BL dan NH4NO3 merupakan garam AK + BL yang ketika mengion akan menghasilkan asam konjugasi dari NH4OH yaitu NH4+


Campuran D = tidak bisa membentuk larutan penyangga

Alasan: karena H2SO4 adalah asam kuat, bukan asam lemah.


Campuran E = tidak bisa membentuk larutan prnyangga

Alasan: Ba(OH)2 bukan asam lemah melainkan asam kuat.


Jadi, satu-satunya campuran yang membentuk larutan penyanga asam adalah campuran yang B.


Kunci Jawaban: B


Contoh Soal 3

Diantara campuran larutan dibawah ini yang dapat membentuk larutan penyangga adalah…….

A. 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M + 50 mL larutan HCl 0,1 M

B. 50 mL lauran NH4OH 0,2 M + 50 mL larutan HNO3 0,5 M

C. 50 mL larutan NH3 0,2 M + 50 mL larutan NaOH 0,1 M

D. 50 mL larutan HF 0,2 M + 50 mL larutan Ca(OH)2 0,1 M

E. 50 mL larutan HNO2 0,2 M + 50 mL larutan KOH 0,1 M


Pembahasan:

Cara kedua untuk membuat larutan penyangga adalah dengan mencampurkan:

1. AL + BK

2. BL + AK

Tapi ada syaratnya yaitu setelah reaksi berakhir, maka harus tersisa komponen AL atau BL-nya. Sedangkan AK dan BK-nya habis bereaksi. Oleh karena itu, untuk mengecek campuran larutan mana yang dapat membentuk larutan penyangga denggan cara ini, maka kita akan melibatkan stoikiometri pereaksi pembatas. 


Campuran A = tidak bisa membentuk larutan penyangga:

Alasan: karena campuran CH3COOH dan HCl adalah campuran AL + AK. Sementara, campuran yang dapat membentuk larutan penyangga harusnya adalah campuran AL + BK. Itupun harus memenuhi syarat seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.


Campuran B = tidak bisa membentuk larutan penyangga

Alasan: karena basa lemah NH4OH habis bereaksi dan malah asam kuat HNO3-nya yang bersisa. Perhatikan stoikiometri reaksi berikut:

Mol NH4OH = M x V = 50 mL x 0,2 M = 10 mmol

Mol HNO3 = M x V = 50 mL x 0,5 M = 25 mmol


Reaksi yang terjadi:


Karena BL-nya habis bereaksi, maka campuran ini tidak bisa membentuk larutan penyangga.


Campuran C = tidak bisa membentuk larutan penyangga

Alasan: karena merupakan campuran dari BL dan BK. Harusnya, untuk membentuk larutan penyangga, NH3 dicampur dengan AK.


Campuran D = tidak bisa membentuk larutan penyangga

Alasan: walapun merupakan campuran AL + BK, tetapi pada akhir reaksi, AL-nya malah tidak bersisa sama sekali. Kamu bisa perhatikan stoikiometri reaksi dibawah ini:

Mol HF = 50 mL x 0,2 M = 10 mmol

Mol Ca(OH)2 = 50 mL x 0,1 M = 5 mmol

Mungkin kalian akan simpulkan disini karena mol AL > BK, maka pada akhir reaksi akan ada mol AL yang bersisa. tetapi ternyata tidak karena perlu kalian ketahui bahwa Ca(OH)2 adalah basa bervalensi 2. Reaksinya dengan HF adalah sebagai berikut.


Dapat kalian lihat dari stoikiometri diatas bahwa kedua pereaksi ternyata hbais bereaksi. Oleh karena itulah campuran tersebut tidak dapat membentuk larutan penyangga.


Campuran E = inilah campuran yang dapat membentuk larutan penyanga

mol HNO2 (AL) = M x V = 50 mL x 0,2 M = 10 mmol

mol KOH (BK) = M x V = 50 mL x 0,1 M = 5 mmol


Reaksi yang terjadi:


Dapat kalian lihat dari stoikiometri reaksi diatas ada sebanyak 5 mmol HNO2 (AL) yang bersisa. Karena memenuhi syarat yang telah disebutkan sebelumnya, maka campuran ini dapat membentuk larutan penyangga.


KNO2 adalah garam yang nantinya akan mengion menghasilkan basa konjugasi dari HNO2 yaitu NO2- sehingga di dalam larutan terdapat komponen larutan penyangga asam.


Caranya memang panjang, karena ini merupakan penjelasan detail. Nanti, seiring berjalannya waktu, semakin banyak membahas soal-soal tipe ini, kalian dapat dengan mudah dan cepat dalam menjawabnya.


Untuk menguji pemahaman kamu tentang materi ini, silahkan dikerjakan dua soal latihan dibawah ini lalu cocokkan hasil pengerjaan kamu dengan kunci jawaban yang tersedia!


Soal Laithan 1

Diketahui beberapa campuran sebagai berikut:

1. CaF2 dan HF

2. Ba(OH)2 dan HNO3

3. NH4OH dan NH4K

4. H2S dan Na2S

Campuran yang dapat membentuk penyangga bersifat asam ditunjukkan oleh nomor……

A. 1 dan 3

B. 1 dan 4

C. 2 dan 3

D. 2 dan 4

E. 3 dan 4


Kunci Jawaban: B


Soal Latihan 2

Diantara campuran larutan-larutan berikut yang dapat membentuk larutan penyangga dengan pH > 7 adalah…….

A. 100 mL HNO3 0,2 M dan 100 mL KOH 0,2 M

B. 100 mL HCl 0,2 M dan 100 mL NH4OH 0,1 M

C. 100 mL H2CO3 0,2 M dan 100 mL Ba(OH)2 0,1 M

D. 100 mL H2SO4 0,1 M dan 100 mL NH3 0,4 M

E. 100 mL CH3COOH 0,2 M dan 100 mL larutan NaOH 0,1 M


Kunci Jawaban: D


Nah, sekian dulu artikel tentang cara menentukan campuran yang dapat membentuk larutan penyangga. Semoga penjelasan diatas dapat menambah pemahaman kamu tentnag materi ini dan mempermudah kamu untuk menjawab soal-soalnya. Jika terdapat kekurangan, silahkan dikomentari melalui kolom komentar dibawah ini. Terimakasih.


Daftar artikel tentang larutan penyangga di blog ini:
Bantu Orang Untuk Temukan Artikel Ini Lewat Tombol Share Di Bawah Ini
0 Komentar untuk "Menentukan Campuran Yang Dapat Membentuk Larutan Penyangga"

Back To Top