Bagaimana Menulis Rumus Kimia Senyawa dalam Bidang Kimia Organik?

April 21, 2017 Add Comment
Kita mungkin sudah mengenal adanya rumus lewis yaitu rumus struktur yang menyatakan keadaan elektron dalam ikatan. Namun, rumus lewis sangat jarang digunakan di bidang kimia organik.

Dalam ilmu kimia organik ada tiga jenis rumus kimia senyawa yang digunakan yaitu :

  1. Rumus empiris adalah rumus yang mnyatakan perbandingan paling sederhana antara atom penyusun suatu molekul.
  2. Rumus molekul/senyawa yaitu rumus yang menunjukkan jumlah asli atom – atom penyusun suatu molekul.
  3. Rumus struktur adalah rumus yang mengambarkan jenis ikatan kovalen yang terjadi antara atom-atom penyusun suatu molekul. 

Contoh :
Butana
Rumus molekul = C4H10

Jika kalian perhatikan perbandingan jumlah atom C dan H yang menyusun molekul propana adalah 4 : 10 atau 2 : 5. Sehingga rumus empiris dari butana adalah C2H5.

Untuk mengambar rumus struktur butana kita bisa memulainya dari rumus lewisnya. Butana adalah golongan senyawa alkana dimana semua ikatan antara atom C nya adalah tunggal. Sedangkan atom C harus membentuk 4 buah ikatan kovalen agar konfigurasinya mirip atom gas mulia.

     H  H   H   H
      .   .     .    .
      .   .     .    .
H : C : C : C : C : H (rumus lewis butana)
      .   .     .    .
      .   .     .    .
     H  H    H   H

Untuk mengubah rumus lewis menjadi rumus struktur tinggal kita ganti :
Ikatan tunggal ==> -
Ikatan ranggkap dua  ==> =
Ikatan rangkap tiga ==> ≡

     H   H    H     H
        |      |     |       |
H – C – C – C – C – H (rumus struktur butana)
       |      |       |      |
      H    H     H    H                                            

Rumus struktur sering juga disebut dengan rumus ikatan valensi atau rumus garis.

Jika suatu molekul mengandung pasangan elektron bebas, maka pada rumus strukturnya boleh dibuatkan atau boleh juga tidak. Penulisan pasangan elektron bebas biasanya lebih dibutuhkan untuk menerangkan mekanisme reaksi.

Contoh :
NH3

Rumus struktur :
                            ..
H – N – H atau H – N – H
       |                        |
      H                      H

Rumus struktur yang lengkap, biasanya sering dimampatkan dengan alasan agar penulisannya lebih pendek dan sederhana. Pada rumus termampatkan, jenis ikatan kovalen tunggal tidak ditampakkan (yang rangkap 2 dan 3 dinampakkan) dan atom-atom yang terikatan pada suatu atom (misalnya tigha buah atom H terikat pada satu buah atom C) harus dikelompokkan menjadi satu.

Contoh :
      H     H    H     H   H    H
       |       |      |      |      |      |
H – C – C – C – C – C – C – H (rumus struktur lengkap heksana)
       |      |       |     |      |      |
      H   H      H    H   H   H
                                   
Perhatikan atom C yangpaling kiri dari rumus struktur heksana. Ada 3 buah atom H yang terikat pada atom C, sehingga bisa dikelompokkan menjadi gugus CH3. Atom C kedua mengikat dua buah H sehingga bisa dikelompokkan menjadi gugus CH2 dan begitu seterusnya untuk atom C yang lain.

Maka rumus termampatkan dari heksana adalah : CH3CH2CH2CH2CH2CH3.

Jika molekulnya punya rantai karbon yang panjang, maka tentu rumus termampatkan nya juga ikut panjang. Untuk itu kita perlu mampatkan lagi.

Caranya adalah dengan mengelompokkan jadi satu didalam tanda kurung gugus gugus atom sejenis. Contohnya, pada struktur termampatkan heksana diatas, ada 4 buah gugus CH2 yang sama sehingga mereka bisa dikelompokkan menjadi (CH2)4.

Rumus struktur heksana = CH3(CH2)4CH3

Gugus sejenis yang bisa dikelompokkan hanyalah yang letaknya berdekatan.  

Contoh lain, jika senyawanya bercabang.

CH3 – CH – CH2 – CH2 – CH2 – Br
           |
          CH3

Rumus diatas adalah rumus termampatkan yang akan kita mapatkan lagi. Perhatikan atom C kedua dari kiri mengikat dua buah gugus CH3 sehingga bisa dikelompokkan menjadi (CH3)2. Kemudian ada dua buah gugus CH2 yang sama bisa dimampatkan menjadi (CH2)2.

Rumus strukturnya menjadi : CH(CH3)2(CH2)2CH2Br

Jika senyawanya mengandung ikatan rangkap, maka ikatan rangkap tersebut harus dinampakkan.

Contoh :
                  H
                  |
H – C = C – C – H rumus termampatkannya : CH2=CHCH3
        |      |      |
       H    H    H

Jika senyawanya ada dalam bentuk siklik/melingkar, maka rumus strukturnya dinyatakan dengan rumus poligon.

Contoh :
       CH2
      /       \
   CH2 – CH2
Rumus struktur          

Pada rumus poligon, setiap sudut menyatakan atom C yang saling berikatan. Jika garisnya satu artinya atom C nya berikatan tunggal, sedangkan jika garisnya dua berarti ikatrannya adalah rangkap.

Contoh :
Rumus Poligon

      CH = CH
     /           \
CH2          CH2
    \            /
     CH = CH

Pemurnian dan Penstabilan Koloid

April 20, 2017 Add Comment
Permunian Koloid
Suatu koloid biasanya mengandung senyawa atau ion lain yang juga larut didalamnya. Senyawa atau ion ini bersifat mengganggu kestabilan koloid. Untuk itu senyawa ini perlu dipisahkan dari sistem koloid dengan tiga cara yaitu dialisis, elektroosmosis dan elektroforesis.

Dialisis
Proses dialisis untuk membuang ion penggangu dalam koloid. Sumber gambar : wikipedia.org
Partikel koloid yang berukuran cukup besar biasanya tidak dapat melewati membran semi permeabel sedangkan ion yang larut dalam koloid bisa melewatinya karena ukurannya yang kecil. Nah proses pemisahan partikel koloid dengan menggunakan membran semi permeabel ini yang disebut dengan dialisis.

Jika selang yang terbuat dari selaput semipermeabel dimasukkan ke dalam koloid dan dialiri air terus menerus, maka ion-ion dalam koloid bisa masuk ke dalam selang dan terbawa keluar oleh air. Partikel koloid yang tertinggal lama-kelamaan akan semakin murni.

Selain itu kita juga bisa meletakkan suatu koloid yang bercampur io-ion ini dalam kantong semipermeabel, kemudian dicelupkan ke dalam air. Ion-ionnya juga akan keluar dari kantong dan masuk ke dalam air. Jika airnya terus diganti setelah beberapa saat, maka koloidnya juga akan semakin murni.

Proses alami dialisis juga terjadi dalam tubuh kita. Ginjal memiliki membarn semi permeabel yang bisa dilewati oleh molekul-molekul kecil seperti yang terkandung dalam urin. Sedangkan darah yang merupakan koloid tidak dapat melaluinya. Akhinya darah dapat terpisah dari urin, kemudian dibuang keluar tubuh.

Jika seseorang mengalami gagal ginjal, artinya ginjalnya tidak dapat menyaring darah dan urine maka untuk bertahan hidup ia harus melakukan proses dialisis dengan bantuan alat. Alat dialisis yangada di rumah sakit erjanya mirip dengan ginjal sehingga urine dan darah tetap bisa dipisahkan. Tetapi tentu pengobatan ini sangat mahal bukan!

Elektroosmosis
Berbeda dengan dialisis, elektroosmosis adalah proses pemurnian koloid dengan cara memaksa ion-ion yang larut didalamnya keluar melalui mebran semipermeabel. Pengeluaran ion-ion ini dilakukan dengan bantuan energi listrik.

Prinsipnya adalah dengan menarik ion-ion menggunakan elektroda + dan – sehingga koloid benar-benar bersih. Proses ini tentu juga berlangsung lebih cepat.

Elektroforesis
Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran dua atau lebih koloid yang bermuatan. Prinsipnya adalah dengan mengalirkan arus listrik pada dua buah elektroda (+ dan -) sehingga koloid yang bermuatan positif akan berkumpul disekitar elektroda negatif dan begitu juga sebalikknya. Dengan cara ini, komponen koloid dalam campuran dapat dipisahkan.

Kalau campurannya mengandung dua koloid yang muatannya sama, maka ia dipisahkan berdasarkan kecepatan difusinya. Koloid satu mungkin mungkin lebih dahulu mencapai elektroda sementara yang lain lambat. Dengan begitu maka koloid tersebut dapat terpisah.

Penstabilan Koloid
Partikel koloid kadang mempunyai daya tarik yang kuat sesamanya, sehingga membentuk gumpalan yang akhirnya mengendap. Koloid seperti ini tidak bersifat stabil dan jika digunakan tentu ketidakstabilan ini dapat menjadi suatu masalah.

Misalnya, es krim itu jika tidak ditambahkan koloid pelindung maka dalam beberapa waktu saja ia kan segera meleleh. Koloid pelindung adalah salah satu cara menstabilkan koloid.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menstabilkan koloid

Menambahkan ion
Koloid yang berbentuk sol umumnya dapat mengadsobsi ion dipermukaannya. Jika kita tambahkan ion, maka muatan koloid akan seragam dan saling tolak menolak. Akibatnya proses koagulasi tidak dapat terjadi dan koloid bersifat lebih stabil.

Contoh :
Koloid Fe(OH)3 dapat distabilkan dengan menambah ion Fe3+.

Dialisis
Jika suatu koloid dapat menyerap ion positif, maka partikel koloid tersebut akan bermuatan positif juga. Jika kita tambahkan suatu elektrolit yang bermuatan berlawanan dengan muatan koloid, maka akan terjadi tarik-menarik antar partikel.

Akibatnya koloid akan menggumpal. Supaya hal itu tidak terjadi, maka ion yang muatannya berlawanan dengan koloid dapat dihilangkan dengan proses dialisis.

Menambah Emulgator
Emulgator adalah zat yang dapat menstabilkan koloid emulsi.misalnya kita campur minyak dengan air, dan dikocok dengan kuat. Sesaat minyak dan air dapat bercampur namun akhirnya mereka akan terpisah kembali.

Agar hal tersebut tidak terjadi, maka ditambahakanlah sabun sebagai emulhgator. Sabun memiliki bagian polar yang larut dalam air dan bagian non polar yang larut dalam minyak. Dengan begitu sabun akan menyatukan air dan minyak sehingga lebih bertahan lama.

Bagaimana Berkebun Bisa Membuat Kita Lebih Sehat

April 20, 2017 Add Comment
Kita semua bergantung pada manfaat besar dan luas yang alam berikan kepada kita. Dari udara yang dibutuhkan untuk bernafas mulai dari lahir hingga sekarang, makanan, buah-buahan, sayur – sayuran, tanah tempat kita berjalan dan masih banyak lagi.

Jujur, bahwa kita sangat bergantung pada alam, tetapi karena sifat manusia yang arogan, kita melupakannya. Teknologi berkembang seiring berjalannya waktu dan membuat kita semakin jauh dengan alam. Gedung-gedung tinggi menjulang dan area hijau pun disulap menjadi mall. Kita menjadi sangat terfokus pada kehidupan modern padahal semua hal yang kita gunakan, kita makan dan kita nikmati adalah berasal dari alam.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa “berkontak” dengan alam tidak hanya meningkatkan kesehatan mental tetapi juga membantu melawan obesitas yang semakin hari semakin banyak penderitanya.

Tetapi apa maksudnya berkontak dengan alam ini? Apakah pergi jalan-jalan ke taman, naik gunung atau sebagainya? Tentu orang-orang yang sibuk bekerja sepanjang hari tidak akan punya waktu untuk itu. Toh, walaupun ada waktu, di kota-kota besar tentu sudah jarang ditemukan ruang terbuka hijau.

Nah bagaimanan caranya kita agar bisa tetap “berkontak” dengan alam? Salah satunya adalah dengan berkebun. Berkebun dapat membuat kita menjadi rileks, berkeringat dan membakar lemak dengan cara yang super mudah.

Berkebun juga bisa memberikan pemandangan yang indah disekitar rumah. Rumah menjadi lebih hijau dan udaranya juga menjadi lebih bersih. Dan yang paling penting adalah kita mendapatkan sumber makanan organik yang sehat.

Sekarang ini banyak makanan yang dijual di supermarket adalah makanan yang mengandung banyak pestisida serta hasil rekayasa genetika yang tentu tidak baik bagi kesehatan.

Ketika memulai berkebun, mungkin membutuhkan banyak biaya.  Kita harus beli beberapa peralatan standar untuk berkebun dan membeli bibit tanaman yang akan kita tanam. Kita juga harus membeli pupuk agar media tanah tempat kita menanam sayuran, bunga atau buah-buahan lebih bernutrisi.

Selain membeli, kita juga bisa membuat pupuk organik sendiri dari dedaunan yang ada disekitar rumah. Ini juga jadi alternatif yang baik untuk mebersihkan pekarangan.

Setelah itu pekerjaan kita berlanjut pada penanaman bibit. Bibit bisa ditanam ditanah yang lelah diberi pupuk agar tanaman memperoleh nutrisi untuk tumbuh besar dan sehat. Kita juga harus menyiramnya dalam periode tertentu agar tanamannya mendapatkan air. Tidak perlu menggunakan pestisidauntuk mengusir hama, karena biasanya jumlahnya tidaklah banyak. Daun yang terkena hama bisa kita singkirkan sehingga yang lain tidak kena.

Jika kita menanam bunga, kita bisa menanamnya dipot dan menatanya dengan baik. Tanaman dan bunga ini nantinya akan menjadi obat yang membuat hidup kita lebih baik. Tentu butuh proses yang lama agar kebun kita menjadi benar-benar menjadi kebun yang indah dan menghasilkan. Proses inilah yang harus kita nikmati.

Setelah semua kerja keras, keringat yang mencucur deras serta perawatan yang baik, pasti tanaman di kebun tumbuh dengan subur dan bisa dipanen. Kita bisa mendapatkan sayuran organik, buah-buahan organik dan pemandangan yang indah.

Berkebun membuat kita menjadi lebih mudah berkontak dengan alam karena ada disekitar kita. Kita yang stress dengan pekerjaan dikantor dapat merilekskan diri dengan memandang bunga yang indah dan pepohonan yang hijau.

Berkebun juga merupakan usaha kita peduli terhadap lingkungan. Sebagaimana kalian tahu, tanaman adalah penghasil oksigen yang kita gunakan untuk bernafas. Dengan berkebun, kita tidak hanya menyediakan oksigen untuk diri kita tetapi juga orang lain disekitar.

Berkebun juga bisa menjadi sarana untuk membuat orang lain sadar akan lingkungan. Membuat kita sadar bahwa kita tanpa alam bukanlah apa-apa. Coba bayangkan jika alam marah, banjir, longsor, gempa bumi, kelaparan, kekeringan dan banyak hal buruk lainnya yang akan terjadi. Jadi jagalah lingkungan maka lingkungan akan menjaga kita.

Bank Soal UN Kimia SKL : Kesetimbangan Kimia

April 20, 2017 Add Comment
Soal UN Kimia 2015 No 28
Pada reaksi kesetimbangan :
4 NH3(g) + 5O2(g) ==> 4NO(g) + 6 N2O ∆H = - 904 kJ
Jika pada suhu tetap ditambahkan amonia, maka arah kesetimbangan akan bergeser ke  . . .
A. Kanan, karena nilai K semakin besar
B. Kiri, karena nilai K semakin kecil
C. Kanan, karena nilai K semakin kecil
D. Kiri, karena nilai K tetap
E. Kanan, karena nilai K tetap

Soal UN Kimia 2015 No 30
Diketahui pada reaksi kesetimbanagn : PCl5(g) <==> PCl3(g) + Cl2(g), beserta data konsentrasi zat sebagai berikut :
                        [PCl5] M  [PCl3] M [Cl2] M
Mula-mula            0,01         - -
Reaksi                  0,005 0,005 0,005
Kesetimbangan 0,005 0,005 0,005

Harga Kc dari reaksi tersebut adalah  . . . .
A. (0,01)/(0,005)^2
B. (0,005)^3
C. (0,005)^2/(0,005)
D. (0,005)/(0,005)^2
E. 1/(0,005)^3

Soal UN Kimia 2014 Soal No 30
Pada reaksi kesetimbangan : 2 SO2(g) + O2(g) <==> 2 SO3(g) ∆H = - kJ.
Jika volume diperkecil kesetimbangan akan bergeser ke  . . . . .
A. Kiri karena arah endoterm
B. Kanan karena arah eksoterm
C. Kiri karena jumlah koefisien pereaksi lebih besar
D. Kanan karena arah eksoterm
E. Kanan karena jumlam koefisien hasil reaksi lebih kecil

Soal UN Kimia 2014 Soal N0 32
Dalam ruangan yang volumenya 3 L direaksikan gas karbon monooksida dan hidrogen mebentuk metanol, dengan reaksi kesetimbangan sebagai berikut :
CO (g) + 2 H2 (g) <==> CH3OH(g)

Mol                         CO     H2 CH3OH
Saat Setimbang 0,3 0,1 0,2

Harga tetapan kesetimbangan Kc adalah  . . . .
A. 1,67 . 10^-3
B. 1,50 . 10^-1
C. 6,67
D. 66,67
E. 600

Soal UN Kimia 2013 Soal No 28
Reaksi kesetimbangan gas dinitrogen monoksida dengan hidrazin pada suhu 400 degC dalam wadah 10 liter, adalah sebagai berikut :
2 N2O(g) + N2H4(g) <==> 3 N2(g) + 2 H2O(g)

Diperoleh data :

                         N2O N2H4 N2         H2O
Mula – mula 15 mol 10 mol         -            -
Reaksi                4 mol 2 mol 6 mol 4 mol
Setimbang 11 mol 8 mol 6 mol 4 mol

Harga Kc kesetimbangan tersebut adalah  . . . .

Soal UN Kimia 2013 Soal No 29
Pada reaksi kesetimbangan :
2 NO(g) + O2(g) <==> N2O4(g) ∆H = - a kJ
Jika suhu dinaikkan, yang akan terjadi adalah  . . . .
A. Kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena proses reaksi eksoterm
B. Kesetimbangan akan bergeser ke kanan karena ∆H = - a kJ
C. Laju reaksi ke kanan bertambah besar karena ∆H = - a kJ
D. Kesetimbangan tetap karena koefisien pereaksi lebih besar
E. N2O4 bertambah karena koefisien lebih kecil

Soal UN Kimia 2012 Soal No 31
Perhatikan data persamaan reaksi dibawah ini!
1. N2(g) + 3H2(g) <==> 2 NH3 ∆H = - 92 kJ
2. N2O4(g) <==> 2 NO2 ∆H = + 59,2 kJ
3. 2 SO2(g) <==> 2 SO2(g) + O2(g) ∆H = + 380 kJ
4. 2 SO2 (g) + O2 (g) <==> 2 So2(g) ∆H = - 190 kJ
Pasangan reaksi kesetimbangan yang menghasilkan produk lebih banyak jika suhu dinaikkan adalah  . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 3 dan 4

Soal UN Kimia 2012 Soal No 32
Dalam wadah 1 Lterjadi reaksi kesetimbangan H2(g) + I2(h) <==> 2 HI(g) dengan harga Kc = 0,5 pada suhu tertentu. Konsnetrasi I2 yang diperlukan agar saat kesetimbangan terdapat P M H2 dan Q M HI adalah  . . . .
A. 0,5 (P)/(Q)^2
B. (Q)^2/0,5(P)
C. (Q)/0,5(P)
D. (Q)^2/(P)
E. 0,5 (Q)^2/(P)

Soal UN Kimia 2011 Soal No 26
Pada reaksi kesetimbangan berikut :
6 NO (g) + 4 NH3(g) <==>  5 N2(g) + 6 H2O (g) ∆H = - x kJ
Jika suhu diturunkan pada volume tetap, maka sistem kesetimbangan bergeser ke  . . . . . .
A. Kanan, konsentrasi N2 berkurang
B. Kanan, konsentrasi N2 bertambah
C. Kanan, konsentrasi N2 tetap
D. Kiri, konsentrasi NO bertambah
E. Kiri, konsentrasi NO berkurang

Soal UN Kimia 2011 Soal No 26
Harga tetapan kesetimbangan untuk reaksi :
Al3+ (aq) + 3 H2O (l) <==> Al(OH)¬3 + 3H+ (aq)
Ditentukan oleh persamaan :


Soal UN Kimia 2010 Soal No 31
Berikut ini reaksi kesetimbangan :
N2(g) + 3 H2(g) <==>2 NH3(g) ∆H = - 92,4 kJ
Gambar partikel saat setimbang mula-mula sebagai berikut :
Jika tekanan diperbesar, maka gambar partikel pereaksi pada kesetimbangan sesaat yang baru adalah . . . .

Soal UN Kimia 2010 Soal No 32
Pada reaksi pembakaran gas nitrogen monoksida, terjadi proses kesetimbangan sebagai berikut :
2NO (g) + O2(g) <==> 2 NO2(g)
Jika pada suhu 27 degC harga tetapan kesetimbangan (Kc) padaproses tersebut adalah 2,46 x 10^-5, maka harga Kp dari reaksi tersebut adalah . . . .
A. (1/2,46 x 10^-5) x (0,082 x 300)
B. (1/2,46 x 10^-5) x (0,082 x 300)^-1
C. 2,46 x 10^-5 x (0,082 x 300)^-1
D. 2,46 x 10^-5 x (0,082 x 300)
E. 2,46 x 10^-5 x (0,082 x 300)^5

Soal UN Kimia 2009 Soal No 31
Pada sistem kesetimbangan :
H2(g) + Cl2 <==> 2 HCl(g) ∆H = - x kJ
Gambar molekul pada awal kesetimbangan sesaat ditunjukkan oleh gambar berikut :

Jika suhu dinaikkan, maka gambar molekul yang paling tepat setelah kesetimbangan sesaat yang baru . . . . .

Tutorial Menjawab Soal tentang Pengertian, Jenis dan Sifat-Sifat Koloid

April 20, 2017 Add Comment
Tutorial Menjawab Soal tentang Pengertian, Jenis dan Sifat-Sifat Koloid
Soal 1
Penghamburan seberkas cahaya oleh partikel koloid disebut . . . . .
A. Koagulasi
B. Efek Tyndall
C. Koloid pelindung
D. Elektroforesis
E. Gerak brown

Pembahasan :
Koagulasi = pengendapan partikel koloid
Koloid pelindung = koloid yang menstabilkan koloid lain agar tidak terjadi koagulasi
Elektroforesis = metode pemisahan dua atau lebih campuran koloid yang berbeda muatan.
Gerak Brown = gerakan zig-zag partikel koloid akibat terjadinya tabrakan antar partikel.

Efek Tyndall pengertiannya seperti yang disebutkan pada soal diatas.

Jawaban : B

Soal 2
Perhatikanlah beberapa zat berikut :
1. Susu
2. Mentega
3. Santan
4. Kabut
5. Agar-agar
Diantara zat diatas yang merupakan emulsi adalah  . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 5
E. 4 dan 5

Pembahasan :
Emulsi adalah koloid cair – cair (zat cair dalam medium pendispersi cair). Kalau kalian tidak hafal contoh – contoh setiap jenis koloid, maka saya akan beri cara yang mudah.

Jika medium pedispersinya cair, maka umumnya wujud akhir koloid itu adalah cair. Misalnya susu yang berbentuk cair, merupakan suatu jenis emulsi yang dibuat dari lemak+protein+air. Tetapi mentega, karena wujud akhirnya padat bukanlah contoh emulsi.

Jadi yang merupakan emulsi dari zat diatas adalah susu dan santan.

Jawaban : B

Soal 3
Perhatikanlah tabel hasilpercobaan terhadap penyaringan beberapa campuran dengan menggunakan kertas saring berikut.

Campuran Sebelum disaring Sesudah disaring
1                          Keruh            Bening
2                          Keruh            Keruh
3                          Keruh            Bening
4                          Keruh            Keruh
5                          Keruh            Bening

Campuran yang merupakan sistem koloid adalah  . . . .
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
E. 3 dan 5

Pembahasan :
Kertas saring tidak memiliki daya saring yang tinggi sehingga yang dapat disaringgya hanyalah partikel berukuran besar seperti suspensi. Sementara koloid dan larutan yang partikelnya lebih kecil tidak dapat disaring dengan kertas saring. Koloid bisa disaring dengan kertas saring ultra sementara larutan tidak dapat disaring walaupun menggunakan kertas saring ultra.

Percobaan penyaringan akan menghasilkan keadaan campuran yang sama.

Jawaban : C

Soal 4
Telur mentah merupakan suatu sistem koloid dengan fase terdispersi berupa protein. Apabila direbus maka akan terjadi penggumpalan. Peristiwa ini disebut dengan  . . . .
A. Dialisis
B. Adsorbsi
C. Elektrolisis
D. Elektroosmosis
E. Koagulasi

Pembahasan :
Penjelasan untuk koagulasi dapat kalian lihat di pembahasan no 1.

Dialisis = metode pemurnian koloid dengan cara menarik ion – ion pengganggu melewati membran semipermeabel yangtidak bisa dilalui koloid.
Elektrolisis = belajarnya di kelas 12 bab elektrokimia. Ini merupakan proses mengubah energi energi lsitrik menjadi energi kimia.
Elektroosmosis = sama dengan dialisis, yaitu permurnian koloid dari ion-ion penganggu tetapi menggunakan energi listrik. Sehingga proses pengeluarannya jadi lebih cepat.

Jawaban : E

Soal 5
Beberapa contoh penerapan sifat koloid dalam kehidupan sehari – hari.
1. Sinar matahari yang kelihatan saat masuk ruangan melalui celah
2. Pembentukan delta dimuara sungai
3. Identifikasi DNA jenazah yang tidak diketahui
4. Penggunaan alat Cottrel dalam industri
5. Proses cuci darah
Penerapan sifat koloid elektroforesis ditunjukkan oleh nomor  . . . .
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 4 dan 5
E. 5 dan 1

Pembahasan :
1 dan 2 = kogulasi
3 dan 4 = elektroforesis
5 = dialisis

Jawaban : C

Soal 6
Sabun merupakan emulgator yang baik untuk campuran minyak dan air. Hal ini disebabkan karena sabun . . . .
A. Merupakan koloid liofil
B. Merupakan koloid liofob
C. Mempunyai ujung liofil dan liofob
D. Membentuk larutan homogen dengan minya dan air
E. Merupakan senyawa polar yang dapat melarutkan minyak.

Pembahasan :
Koloid liofil = koloid yang suka pelarutnya sehingga antara medium terdispersi dengan pelarutnya bersatu dengan baik. Contoh agar-agar.
Koloid liofob = koloid yang tidak suka pelarut sehingga cenderung bersifat tidak stabil. Contonya adalah sol belerang

Sabung mengandung kedua bagian liofil dan liofob dalammolekulnya. Yang suka air bersifat polar sehingga larut dalam air yang tidak suka air bersifat non polar sehingga larut dalamlemak. Akibat satu molekul bisa larut dalam senyawa polar (air) dan senyawa non polar (minyak) maka kedua zat tersebut dapat bercampur.

Jawaban : C

Sumber Soal :
1. Buku PR Kimia kelas XI Semester 2, Penerbit Intan Pariwara
2. Seri pendalaman materi UN Kimia tahun ajaran 2015/2016, penerbit erlangga

Pembuatan Koloid

April 20, 2017 Add Comment
Sistem koloid dapat dibuat dengan dua kelompok cara yaitu sebagai berikut :

Cara dispersi
Prinsip pembuatan koloid dengan cara dispersi adalah dengan mengubah partikel besar menjadi berukuran partikel koloid. Cara mengubah ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

1. Cara mekanik
Yaitu dengan menggerus atau menggiling partikel berukuran besar menjadi partikel berukuran koloid. Contoh, membuat koloid belerang dan urea masing-masing dari butirannya.

2. Cara elektronik/ Busur Bredig
Cara ini digunakan biasanya digunakan untuk membuat koloid sol logam. Karena tentu tidak mungkin dengan menggerus logam. Koloid dibuat dengan cara mencelupkan dua buah elektroda logam (misalnya perak) ke dalam air. Kemudian pada kedua elektroda tersebut dialirkan arus listrik bertegangan tinggi yang membuat suhu logam menjadi panas.



Akibatnya, atom atom logam akan lepas dan masuk ke dalam air dan membentuk koloid logam yang diinginkan.

3. Cara peptisasi
Caraini dilakukan dengan menambahkan suatu cairan kepada partikel kasar yang akan dibuat koloid. Akibantnya partikel kasar akan pecah menjadi partikel koloid yang diinginkan.

Contoh:
1. Membuat koloid AgCl dengan menambahkan air suling pada padatan AgCl.
2. Menambahkan HCl encer pada endapan Al(OH)3 untuk membuat kloid Fe(OH)3.
3. Membuat koloid Fe(OH)3 dengan menambahkan larutan FeCl3 pada endapan Fe(OH)3

Cara Kondensasi
Kebalikan dari dispersi, kondensasi adalah cara pembuatan koloid dengan mengubah partikel berukuran kecil menjadi berukuran partikel koloid. Membuat koloid dengan cara kondensasi dapat dilakukan dengan beberapa metode berikut :

1. Cara reduksi
Dengan mereduksi logam dari senyawanya akan terbentuk agregat atom logam yang berukuran partikel koloid.

Contoh :
Membuat koloid dengan mereduksi senyawa emas klorida oleh timah klorida.
2AuCl3 + 3SnCl2 ==> AAu + 3SnCl4

2. Cara oksidasi
Mengoksidasi suatu unsur dalam senyawa sehingga lepas menjadi unsur bebas.

Contoh :
Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2) dengan cara mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2.
2H2S(g) +SO2(aq) ==> 2H2O(l) + 3s (koloid)

3. Cara hidrolisis
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Air dapat menghidrolisis senyawa ion sehingga terbentuk larutan yang sukar larut.

Contoh :
Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan cara menghidrolisis larutan FeCl3. Apabila ke dalam air mendidih ditambahkan FeCl3 maka akan terbentuk koloid Fe(OH)3.
FeCl3(aq)+ 3H2O(l) ==>Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)

4. Cara reaksi metatesis
reaksi metatesis adalah reaksi pertukaran ion. Jika ion yang ditukar akan membentuk senyawa yang sukar larut maka ia akan mebentuk sistem koloid.

Contoh:
Mereaksikan AgNO3 dengan KBr membentuk koloid AgBr.
AgNO3 + KBr ==> AgBr(koloid) + KNO3

5. Cara pertukaran pelarut
suatu zat dapat larut atau tidak larut dalam pelarut tertentu. Jika kita menukar pelarut atau menambahkan pelarut dimana zat tersebut tidak larut, maka alan terbentuk sistem koloid.

Apabila larutan jenuh kalsium asetat (kalsium asetat + air = larut) ditambahkan alkohol (kalsium asetat + alkohol = sukar larut) maka akan terbentuk koloid berupa gel.

6. Pendinginan berlebih
Jika ada dua campuran senyawa yang memiliki perbedaan titik beku dan campuran ini didinginkan, maka yang titik bekunya besar akan membeku terlebih dahulu membentuk partikel koloid.

Contoh :
Membuat koloid es dengan cara mendinginkan campuran eter atau kloroform dengan air. Titik beku eter dan kloroform lebih besar dibandingkan air sehingga membeku terlebih dahulu.

Mari kita coba menjabab beberapa soal tentang pembuatan koloid.

Contoh Soal :
Berikut ini merupakan cara membuat koloid.
1. Serbuk agar-agar dimasukkan ke dalam air
2. Sol Al(OH)3 dari larutan AlCl3 dan endapan Al(OH)3
3. Soal Fe(OH)3 dari larutan besi(III)klorida dan air mendidih
4. Sol belerang dari larutan hidrogen sulfida dan gas belerang dioksida
5. Tinta dari karbon
Pembuatan koloid secara dispersi ditunjukkn oleh nomor . . . . .
A. 1,2 dan 3
B. 1, 2 dan 5
C. 2, 3 dan 5
D. 2, 4 dan 5
E. 3, 4 dan 5

Penyelesaian :
1. Dispersi, karena serbuk agar yang kasar akan berubah menjadi halus dalam air
2. Disperi, karena endpan Al(OH)3 memiliki partikel kasar dan tidak terdispersi
3. Kondensasi yaitu cara hidrolisis
4. Kondensasi, dengan reaksi redoks
5. Dispersi

Jawaban : B

Sumber Materi :
Syukri, S. Kimia Dasar 2, Penerbit ITB - FMIPA IKIP padang 1999.

Sifat - Sifat Koloid

April 20, 2017 Add Comment
Kalian tentu sudah tahu bahwa koloid itu adalah campuran yang terdiri dua fase yaitu fase terdispersi (zat terlarut) dalam medium pendispersinya (pelarut). Kalian juga tahu bahwa ukuran partikel koloid cukup besar. Berdasarkan hal ini, maka koloid memiliki sifat-sifat berikut :

Sifat koligatif
Sifat koligatif adalalah sifat yang tergantung pada jumlah partikel zat terlarut. Karena partikel terlarutnya disebar oleh medium pendispersi merata dalam campuran, koloid juga mempunyai sifat koligatif yaitu penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik.

Sifat koligatif dari koloid berguna untuk menentukan jumlah zat terlarut atau konsentrasi zat terlarut. Sifat koligatif juga berguna bagi organisme, seperti manusia. Contohnya adalah cairan ekstra sel yang merupakan koloid yang memiliki tekanan osmotik sehingga air dapat masuk kedalam sel tetapi tidak bisa keluar.

Sifat optis
Karena ukuran partikel koloid cukup besar dan terdispersi merata didalam campuran, jika padanya dilewatkan seberkas cahaya, maka cahaya itu akan dipantulkan kesegala arah sehingga kita dapat melihat hamburan cahaya tersebut. Sifat optis ini disebut juga dengan efek Tyndall.

Sifat optis tidak terjadi pada larutan. Pada larutan, karena partikel zat terlarut sangat kecil maka ia tidak memantulkan cahaya sehingga tidak tampak hamburannya.

Sifat optis/efek Tyndal dari koloid ini bisa kita buktikan sendiri dirumah. Jika kalian punya segelas susu, letakkanlah ditempat yang gelap. Setelah itu kalian sinari dengan senter ke arah segelas susu tadi, maka kalian akan melihat bahwa ada hamburan cahaya pada susu. Coba bandingkan juga dengan larutan gula yang pasti tidak akan menunjukkan adanya efek Tyndall.
www.avkimia.com

Berikut peristiwa sehari-hari yang menunjukkan adanya efek Tyndall
1. Sorot lampu mobil pada malam hari yang berkabut
2. Berkas cahaya matahari yang melewati lupang-lubang pada atap atau celah-celah daun pepohonan di pagi hari yang berkabut.
3. Lampu proyektor dibioskop yang membekas karena ruangan berdebu

Sifat Kinetik
Akibat partikel koloid yang terdispersi dalam pelarutnya, maka ia dapat bergerak ke segala arah. Awalnya gerakannya lurus, tetapi ketika bertabrakan dengan partikel lain maka arah gerakannya berubah. Tabrakan terjadi tentu tidak hanya sekali, sehingga jika kita lihat lewat mikroskop ultra tampak bahwa partikelkoloid itu bergerak zig-zag/patah-patah.
www.avkimia.com

Gerakan zig-zag ini pertama kali ditemukan oleh Robert Brown, seorang ahli biologi berkebangsaan inggris, sehingga gerakan zig-zag partikel koloid ini dinamakan gerak Brown.

Adsorbsi
Koloid memiliki ukuran partikelnya cukup besar, sehingga memiliki luas permukaan sentuh yang luas. Maksudnya bisa kita jelaskan dengan analogi dua buah bola. Jika satu bola besar dan yang lain kecil, ketika kita dekatkan maka hanya sedikit permukaan bola besar yang bisa tersentuh bola kecil. Tetapi jika ukuran keduanya bolanya lebih kecil, maka luas bidang sentuhnya akan semakin besar.

www.avkimia.com

Partikel koloid memiliki gaya Van der Waals sehingga ia bisa menarik ion positif atau ion negatif dipermukaannya. Akibatnya partikel koloid menjadi bermuatan sesuai dengan ion yang diserapnya. Contoh koloid Fe2O3 yang menyerap ion Fe3+ dipermukaannya sehingga koloid tersebut menjadi bermuatan positif.

Sifat listrik
Karena partikel koloid dapat menyerap ion dipermukaannya sehingga partikel tersebut bermuatan, maka tentu koloid punya sifat listrik. Sifat listrik ini bisa dijadikan metode untuk menentukan apakah suatu koloid bermuatan positif atau negatif.

Dengan mencelupkan dua buah elektroda yang dialiri listrik, maka koloid yang bermuatan positif akan tertarik ke elektroda bermuatan negatif sedangkan koloid bermuatan positif tertarik ke arah elektroda positif.

Koagulasi
Pernahkan kalian melihat santan yang dimasukkan ke kulkas? Jika kita biarkan beberapa lama, maka santan akan memisah dimana lemak dari kelapa berada dibawah sedangkan airnya berada diatas. Ini terjadi karena partikel koloid santan tidak stabil sehingga ia menggumpal dan mengendap.

Sifat koloid yang bisa mengendap ini disebut koagulasi. Koagulasi bisa terjadi karena beberapa hal. Yang pertama adalah pengaruh gravitasi sehingga partikel koloid yang berat dalam watu tertentu akan mengendap.

Jika koloidnya bermuatan dan kedalamnya ditambahkan elektrolit yang bermuatan berlawanan, maka koloid tersebut akan bermuatan netral dan akhirnya mengendap.

Berikut beberapa contoh koagulasi dalam kehidupan sehari – hari :
1. Pembentukan delta di muara sungai terjadi karena tanah liat (lempung) dalam air sungai mengalami koagulasi ketika bercampur dengan elektrolit air laut
2. Karet dari lateks menggumpal dengan menambahkan asam format
3. Lumpur koloidal dalam air dibersihkan dengan cara mengendapkannya dengan tawas
4. Asap atau debu dari pabrik/industri dapat digumpalkan dengan alat koagulasi listrik Cottrel.

Sumber :
Kimia Dasar 2, Syukri S, FMIPA IKIP Padang, Penerbit ITB, 1999

Reaksi – Reaksi Aldehid dan Keton

April 19, 2017 Add Comment
Aldehida dan keton mengandung gugus arbonik yang menyebabkan ia dapat menjalani reaksi-reaksi kimia. Berikut ringkasan reaksi-reaksi kimia yang dijalani oleh aldehida dan keton.


Reaksi dengan air

Jika suatu aldehid atau keton direaksikan dengan air, maka gugus karbonilnya akan diadisi membentuk senyawa diol yang disebut dengan hidrat. Reaksi yang berlangsung membentuk kesetimbangan, dan biasanya arah kesetimbangan lebih cenderung ke kiri.

Reaksi umum yang terjadi :
  O        O                               OH
  ||        ||                               |
RCH  / RCR’ + H2O <===> R – C – H/R’
                                              |
                                             OH
Suatu aldehid            Suatu senyawa hidrat
atau keton

Contoh :
           O                                OH
           ||                                 |
CH3CH2CH + H2O <==> CH3CH2CH
                                               |
                                               OH
Senyawa hidrat yang terbentuk umumnya tidak stabil. Hanya beberapa dari mereka yang stabil. Kestabilan suatu senyawa hidrat ditentukan oleh ada atau tidaknya rantai samping yang menyebarkan muatan positif dari gugus karbonil.

Contoh :
         OH
         |
CH3CCH (senyawa hidrat reaksi aseton + air)
        |
       OH

     OH
      |
Cl3CCH (senyawa hidrat reaksi senyawa kloral + air)
      |
      OH

Diantara dua senyawa hidrat diatas, yang paling stabil adalah yang kedua. Hal ini disebabkan karena adanya gugus – CCl3 (menarik elektron lebih kuat) yang membantu menyebarkan muatan positif dari gugus karbonil lebih kuat dibandingkan gugus – CCH3 (Menarik elektron lebih lemah).

Reaksi dengan alkohol

Jika aldehid direaksikan dengan alkohol, gugus OH nya juga dapat mengadisi gugus karbonil.

Jika yang direaksikan adalah satu molekul alkohol dengan suatu aldehid, maka dihasilkan produk yang disebut dengan hemiasetal. Sedangkan jika dua molekul alkohol yang mengadisi suatu aldehid, maka dproduks yang disebut asetal. Pada reaksi pembentukan asetal dilepaskan sebuah molekul air.

Reaksi umum :
  O                                   OR
  ||                       H+          |
RCH  + ROH<===> R – C – H
                                         |
                                        OH
                              Hemiasetal

  O                                      OR
  ||                         H+          |
RCH  + 2ROH<===> R – C – H + H2
                                           |
                                           OR
                                       Asetal.

Sedangkan jika keton yang diadisi oleh satu atau dua buah molekul alkohol, maka produk yang dihasilkan berturut-turut adalah hemiketal dan ketal.  Semua reaksi tersebut menggunakan asam sebagai katalis.

Kebanyakan, suatu hemiasetal tidak dapat diisolasi sedangkan asetal yang lebih stabil dalam larutan dapat diisolasi. Ingat, bahwa reaksi selalu berada dalam kesetimbangan dengan aldehidanya.

Jika kita ingin agar produk asetal lebih banyak maka dilakukan dengan cara menambah alkohol atau membuang air yang terbentuk.

Reaksi dengan Hidrogen Sianida

HCN juga merupakan reagen yang dapat mengadisi gugus karbonil suatu aldehid atau keton. Senyawa yang dihasilkan dinamakan sianohidrin.

Reaksi umum :

  O                                         OH
  ||                                           |
RCH/R’  + HCN<===> R – C – H/R’
                                               |
                                              CN
                                  Suatu sianohidrin

Reaksi diatas tidak dapat berlangsung begitu saja. Suasana reaksi harus dibuat sedikit basa. Biasanya HCN nya dietmukan dalam campuran larutan NaCN-HCN. Dalam larutan ini, tentu konsentrasi ion CN- akan besar (NaCN juga menyumbang ion CN-) sehingga reaksi adisi dapat berlangsung dimana ion CN- nya menyerang gugus karbonil. Reaksi diatas termasuk reaksi nukleofilik.

Reaksi nukleofilik oleh CN- tidak membutuhkan katalis karena CN- merupakan nujleofil yang kuat.

Contoh reaksi :
      O                                              OH
      ||                              CN-            |
CH3CCH2CH2CH3 + HCN =====> CH3CCH2CH2CH3
                                                        |
                                                       CN

Binatang –binatang beracun seperti kelabang bisanya memiliki racun yang mengandung sianohdrin yang disimpan dalam tubuhnya dalam bentuk senyawa mandelonitril. Ketika dalam bahaya, senyawa ini akan terdisosiasi oleh suatu enzim yang menghasilkan HCN. HCN yang bersifat beracun ini kemudian disemburkan ke mangsa dan dapat membuatnya mati atau kesakitan. Seekor kelabang yang menyemprotkan HCN bisa membunuh seekor tikus.

Reaksi hidrogenasi aldehid dan keton

Ikatan pi pada gugus karbonil (antara C = O) suatu aldehid dan keton dapat dihidrogenasi oleh H2, mirip dengan reaksi hidrogenasi alkena.

Reaksi umum :

  O                                  
  ||                                  
RCH  + H2 ===> RCH2OH
 Aldehid             Alkohol primer

  O                          OH                        
  ||                             |                      
RCR  + H2 ===> RCHR’
Keton                alkohol sekunder

Contoh reaksi :
Tulislah cara mendapatkan 2-heptanol dengan reaksi hidrogenasi!

Penyelesaian :
2-heptanol adalah alkohol sekunder dan bisa dihasilkan dari hidrogenasi keton yang sepadan.

Reaksi pembentukan 2-heptanol dari 2-heptanon

                     O                                              OH                        
                     ||                                               |                      
CH3CH2CH2CH2CCH3  + H2 ===> CH3CH2CH2CH2CHCH3

Sumber :
Kimia OPrganik edisi ketiga, Jilid 2, Fessenden dan Fessenden, Penerbit Erlangga

Kumpulan Soal Lengkap Kimia Bab Sistem Periodik + Kunci Jawaban

April 19, 2017 Add Comment
Kumpulan Soal Lengkap Kimia Bab Sistem Periodik + Kunci Jawaban
Untuk pos postingan soal lengkap kimia bab sistem periodik akan mencangkup beberapa materi berikut :
1. Perkembangan sistem periodik
2. Glolongan dan periode
3. Blok dalam sistem periodik
4. Hubungan konfigurasi dengan letak unsur dalam sistem periodik
5. Sifatkeperiodikan unsur
6. Massa atom relatif

Setiap materi punya jumlah soal tertentu yang kalian bisa gunakan untuk mengasah kemampuan agar siap menghadapi ujian UAS yang tidak lama lagi akan menghampiri. Selamat mengerjakan.

Soal 1
Pengelompokkan unsur pertama kali dilakukan oleh . .. . .
A. Dobereiner
B. Mendeleev
C. Henry GJ. Moseley
D. Jhon Newland
E. Lothar Meyer

Soal 2
Unsur X , Y dan Z memenuhi hukum Triad Dobereiner. Jika berat atom unsur X dan Z berturut turut adalah 7 dan 39, maka berat atom unsur Y adalah . . . .
A. 46
B. 23
C. 14
D. 18,8
E. 92

Soal 3
Hukum Oktaf Newlands menyatakan bahwa . . . .
A. Jika unsur – unsurnya disusun menurut beratnya, sifat unsur akan terulang pada unsur kedelapan.
B. Suatu Triad selalu terdiri dari 3 macam unsur yang masanya sama
C. Dalam golongan yang sama, sifat unsur sangat mirip
D. Dalam suatu triad berat rata – rata unsur yang ringan dan terberat mendekati unsur yang tenah
E. Jika unsur disusun menurut sifatnnya, selau ada 3 unsur yang sifatnya mirip, oleh sebab itu disebut triad.

Soal 4
Diketahui 10 unsur yang diurutkan menurut kenaikan nomor massa sebagai berikut.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
H Li Be B C N O F Na Mg
Yang benar menurut teori oktafadalah . . . .
A. C memiliki sifat yang sama dengan F
B. Li memiliki sifat yang sama dengan Na
C. Be memiliki sifat yangsama dengan Mg
D. B memiliki sifat yang sama dengan C
E. O memiliki sifat yangsama dengan Na

Soal 5
Hukum periodik yang menyatakan bahwa sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atom adalah  . . . .
A. Sistem oktaf Newlands
B. Triade Dobereiner
C. Sistem periodik Mendeleev
D. Sistem periodik bentuk pendek
E. Sistem periodik modern (Moseley – Lothar Meyer)

Soal 7
Golongan utama pada sistem periodik modern terdapat pada blok . . . .
A. s
B. p
C. d
D. s dan p
E. p dan d

Soal 8
Golongan dan nama yang tidak sesuai dari daftar berikut, kecuali . . . .
A. golongan IIA : alkali tanah
B. golongan IIIA : aluminium
C. golongan VA : nitrogen
D. golongan VIIA : halogen
E. golongan VIIIA : oksigen

Soal 9
Suatu unsur memiliki konfigurasi elektron 2 8 18 7. Unsur tersebut terletak pada golongan . . . . .
A. IA
B. IIA
C. VA
D. VIA
E. VIIA

Soal 10
Ion Sn4+ mempunyai konfigurasi elektron 2 8 18 18. Unsur tersebut terletak p[ada periode . . . . .
A. 3
B. 4
C. 5
D. 6
E. 7

Soal 11
Konfigurasi elektron suatu unsur adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 3d5 4s1. Pada tabel periodik, unsur tersbut terletak pada . . . .
A. Golongan IV B, periode 4
B. Golongan IV A, periode 4
C. Golongan VI B, perioda 4
D. Golongan V B, perioda 4
E. Golongan I B, periode 4

Soal 12
Konfigurasi yang tepat untuk unsur golongan IIA perioda ketiga adalah . . . .
A. 1s2 2s2 2p5
B. 1s2 2s2 2p6 3s2
C. 1s2 2s2 2p6 3s1
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

Soal 13
Ion I- mempunyai konfigurasi elektron : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6
Unsur tersbut terletak pada golonga dan periode . . . .
A. Golongan V A periode 6
B. Golongan VIII A periode 5
C. Golongan VIII A periode 6
D. Golongan  VII A periode 5
E. Golongan VII A periode 6

Soal 14
Ion X2+ mempunyai konfigurasi elektron :
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6
Dalam sistem periodik, unsur X terletak pada . . . .
A. Golongan IIA perioda 5
B. Golongan VIIIA periode 5
C. Golongan IIB periode 4
D. Golongan VIA periode 4
E. Golongan IIB periode 5

Soal 15
Perhatikan notasi unsur berikut :
2412 Y
Letak unsur dan konfigurasi elektronnya yang paling tepat adalah . . . .(Nomor Atom Ne = 10)

Golongan Periode Konfigurasi
A I A                       2 [Ne] 3s1
B I B                       2 [Ne] 3s2
C IIA                       3 [Ne] 3s2
D IIB                       3 [Ne] 4s1
E IIIA                       3 [Ne] 4s1

Soal 16
Unsur – unsur golongan P, Q, R, S dan T mempunyai nomor atom berturut – turut adalah 6, 12, 16, 38 dan 53. Pasangan unsur yang terletak satu golongan pada sistem periodik adalah . . .
A. P san Q
B. R dan T
C. P dan R
D. S dan T
E. Q dan S

Soal 17
Letak unsur X dengan nomor atom 26 dan nomor massa 56, dalam sistem periodik pada golongan dan periode . . . .
A. IIA dan 6
B. VIB dan 3
C. VIB dan 4
D. VIIIB dan 3
E. VIIIB dan 4

Soal 18
Jari – jari unsur golongan IIA secara acak dalam satuan angstrom sebagai berikut : 1,05; 2,00; 1,80; 2,15; 1,50. Dari data tersebut yang merupakan jari – jari atom barium adalah . . . .
A. 2,15
B. 2,00
C. 1,80
D. 1,50
E. 1,05

Soal 19
Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan sifat periodik unsur – unsur adalah . . . .
A. Dari atas ke bawah dalam satu golongan energi ionisasi makin kecil.
B. Dari kiri ke kanan dalam suatu periode afinitas elektron makin besar
C. Dari atas ke bawah dalam satu golongan jari – jari atom semakin kecil
D. Dari kiri ke kanan dalam suatu periode keelektronegatifan makin besar
E. Dari kiri ke kanan dalam satu periode titik didih makin tinggi

Soal 20
Data energi ionisasi pertama dari berbagai unsur sebagai berikut :
P = 1.000 kJ/mol
Q = 738 kJ/mol
R = 786 kJ/mol
S = 1012 kJ/mol
T = 1051 kJ/mol
Urutan unsur – unsur tersebut dalam satu periode dari kiri ke kanan adalah . . . .
A. P,Q,R,S,T
B. P,S,T,R,Q
C. S,P,Q,T,R
D. Q,R,P,S,T
E. P,T,R,Q,S

Soal 21
Unsur X dengan kofigurasi =2,7 sedangkan unsur Y  dengan konfigurasi  = 2,1 maka energi ionisasi  X lebih besar dibandingkan Y, hal ini disebabkan . . . .
A. unsur X terletak pada IIA/1                              
B. unsur Y terletak pada VIIA/3                              
C. jari-jari X lebih panjang dari Y
D. jari-jari X lebih pendek dari Y
E. X berupa Unsur non logam.

Soal 22
Afinitas elektron terbesar terdapat pada . . . .
A. Glongan IA
B. Golongan IIA
C. Golongan VIA
D. Golongan VIIA
E. Golongan VIIIA

Soal 23
Data keelektronegatifan beberapa unsur – unsur sebagai berikut
J = 1,2 L = 3,0
K = 2,5 M = 3,5
N = 4,0
Unsur yang paling mudah mengikat elektron adalah . . . .
A. J
B. K
C. L
D. M
E. N

Soal 24
Dalam suatu periode yang sama bila dibandingkan dengan unsur golongan alkali tanah, maka unsur mempunyai sifat – sifat . . . .
A. Energi ionisasinya lebih besar
B. Afinitas elektronnya besar
C. Jari – jari atomnya lebih panjang
D. Keelektronegatifan yang lebih besar
E. Kurang reaktif

Soal 25
Pernyatan di bawah ini yang benar mengenai tabel periodik adalah . . . .
A. Semua golongan mengandung unsur – unsur logam maupun nonlogam
B. Pada golongan VII, titik leleh  unsurnya meningkat seiring dengan meningkatnya nomor atom
C. Pada golongan I, reakstifitas berkurang seiring dengan meningkatnya nomor atom
D. Unsurdalam suatu periode semakin bersifat logam seiring dengan meningkatnya nomor atom.
E. Atom atom dari unsur  pada golongan yang sama memiliki jumlah elektron sama.

Kunci jawaban akan saya share nanti ya di kolom komentar. Jadi kerjakan dulu soal-soal diatas. Semangat!!!

Kumpulan Soal Lengkap Bab Struktur Atom + Kunci Jawaban

April 19, 2017 1 Comment
Soal-soal yang ada dalam kumpulan soal lengkap bab struktur atom dan sistem periodik ini berdasarkan indikator berikut :
1. Partikel dasar penyusun atom
2. Nomor atom dan nomor massa
3. Isotop, isobar dan isoton
4. Perkembangan teori atom
5. Konfigurasi elektron dan aturan aturannya

Soal 1
Dalam atom terdapat tiga buah partiel dasar. Pertikel dibawah ini yang merupakan partikel dasar penyusun atom yang bermuatan positif adalah  . . . . .
A. Proton
B. Elektron
C. Neutron
D. Nukleon
E. Kation

Soal 2 
Sebuah atom dapat bermuatan netral disebabkan karena  . . . . .
A. Dalam atom elektronnya bergerak mengelilingi inti
B. Adanya proton didalam inti atom
C. Jumlah proton dan elektron sama
D. Jumlah proton dan neutron sama
E. Karena elektron memiliki energi yang tetap

Soal 3
Ilmuan berikut yang menemukan partikel bermuatan negatif didalam atom adalah  . . . .
A. J. Chadwhick
B. E. Goldstein
C. William Crookes
D. Joh. Dalton
E. J.J Thomson

Soal 4
Jika diketahui nuklida, maka jumlah elektron, proton dan neutron adalah....
A. 23 proton, 12 elektron, 11 neutron
B. 11 proton, 12 elektron, 23 neutron
C. 11 proton, 11 elektron, 12 neutron
D. 11 proton, 12 elektron, 11 neutron
E. 12 proton, 11 elektron, 11 neutron

Soal 5
Unsur X memiliki neutron sebanyak 30 dan nomor massanya 65. Lambang unsur X adalah . . . .

Soal 6
Struktur atom dari ion Z-2 jika Z memiliki nomor atom 8 dan nomor massa 18 adalah . . . .
Elektron  Proton  Elektron
A. 8          8        8
B. 8          8        10
C. 8          8        18
D. 10 8         8
E. 10 8        10

Soal 7
Jika unsur Ni memiliki nomor atom 27 dan nomor massa 59, ion Ni2+ memiliki jumlah proton, elektron dan neutron berturut – turut adalah . . . . .
A. 25, 25, 30
B. 25, 25, 55
C. 25, 30, 25
D. 30, 25, 25
E. 30, 25, 55

Soal 8
Diantara pasangan unsur berikut yang merupakan isoton adalah  . . . .

Soal 9
Unsur X mempunyai 10 proton dan 12 neutron, sedangkan unsur Y mempunyai nomor massa 23 dan nomor atom 11. Kedua atom tersebut merupakan . . . .
A. Isotop
B. Isobar
C. Isoton
D. Isokhor
E. Isomer

Soal 10
Pokok teori atom Thomson dititik beratkan pada . . . .
A. Atom terdiri dari elktron – elektron
B. Elektron sebagai penyusun utama atom
C. Atom sebagai bola masif yang hanya berisi elektron
D. Atom sebagai bola masif bermuatan positif yag di dalamnya bertebaran elektron sehingga keseluruhan bersifat netral.
E. Proton dan elektron bagian penyusun atom yang keduanya saling meniadakan.

Soal 11
Dalam suatu atom elektron di sekitar inti atom dan tidak jatuh ke dalam, hal ini disebabkan karena. . . .
A. elektron bergerak dengan lintasan dan jarak tertentu dari inti atom
B. gaya tolak-menolak antara elektron dan inti ato, relatif besar
C. adanya penghalang antara inti atom dan elektron
D. massa elektron relatif kecil dibandingkan massa inti atom
E. elektron dalam kondisi diam di sekitar inti atom

Soal 12
Spektrum atom merupakan spektrum berupa garis dengan warna tertentu. Hal ini menurut Niels Bohr terjadi karena . . . .
A. Elektron bergerak pada lintasan dengan energi tertentu
B. Elektron mengelilingi inti atom tidak mengalami perubahan.
C. Elektron hanya bergerak pada lintasan tertentu dan tidak dapat berpindah lintasan.
D. Warna yang nenunjukkan energi elektron yang tidak dipengaruhi oleh inti atom.
E. Adanya gaya tarik terhadap elektron yang sangat kuat.

Soal 13
Kelemahan model atom Rutherford adalah . . .
A. belum bisa menerangkan mengapa elektron tidak tertarik ke inti
B. belum bisa menerangkan adanya proton dan elektron
C. belum bisa menerangkan sifat atom
D. belum bisa menerangkan bentuk atom
E. belum menemukan inti atom

Soal 14
Model atom mekanika kuantum menyebutkan bahwa kedudukan elektron tidak dapat ditentukan secara pasti. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh . . . .
A. J.J Thomson
B. C.Davidson
C. De Broglie
D. Niels Bohr
E. Werner Heisenberg

Soal 15
Konfigurasi elektron atom 35 Br adalah
A. 2 8 9
B. 2 8 8 1
C. 2 8 18 7
D. 2 8 8 11
E. 2 8 18 8 3

Soal 16
Bila atom O dengan nomor massa 16 dan nomor atom 8 membentuk ion O2-, maka konfigurasi ionnya adalah  . . . . . .
A. 2 8 6
B. 2 8 8
C. 2 6
D. 2 8
E. 2 4 2

Soal 17
Ion dibawah ini yang konfigurasinya mirip dengan atom 10Ne kecuali . . . .
A. Na+
B. Mg2+
C. Al3+
D. O2-
E. S-

Soal 18
Diantara unsur – unsur berikut yang memiliki jumlah elektron valensi paling sedikit adalah  . . . . .
A. 11P
B. 13Q
C. 15R
D. 20S
E. 35T

Soal 19
Konfigurasi elektron unsur yang nomor atomnya 26 adalah . . . .
A. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d4 4s2 4p2
B. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1 4p1
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d7 4s1
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d6 4s2
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d8

Soal 20
Konfigurasi elektron dari unsur dengan nomor atom 24 adalah . . . .
A. [Ar] 3d4 4s2
B. [Ar] 3d5 4s1
C. [Ar] 3d3 4s2 4p1
D. [Ar] 3d3 4s1 4p2
E. [Ar] 3d4 4p2

Soal 21
Dua buah unsur memiliki notasi 2713X dan 35,517Y. Diagram orbital yang paling tepat untuk elektron terakhir dari unsur X adalah.... (Nomor atom Ar = 18, Kr = 36, Ne = 10)

Soal 22
Elektron yang memiliki bilangan kuantum tidak diijinkan adalah . . . .
A. n = 3, l = 0, m = 0, s =  -1/2
B. n = 3, l = 1, m = 1, s = + 1/2
C. n = 3, l = 2, m = -1, s = + 1/2
D. n = 3, l = 1, m = 2, s =  -1/2
E. n = 3, l = 2, m = 2, s = + 1/2

Soal 23
Suatu atom mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 4s2 3d10. Elektron terakhir yag mempunyai kemungkinan bilangan kuantum . . . .
A. n = 3, l = 2,  m = 2
B. n = 3, l = 1,  m = - 1
C. n = 3, l = 3,  m = 0
D. n = 3, l = 3,  m = - 3
E. n = 3, l = 3,  m = - 2

Soal 24
Sub kulit dengan nilai l = 3 dapat menampung elektron maksimal sebanyak . . . .
A. 2
B. 6
C. 8
D.10
E. 14

Soal 25
Larangan Pauli menyatakan bahwa tidak mungkin adaelektron yang memiliki keempat bilangan kuantum yang sama. Maksud dari larangan Pauli tersebut adalah bahwa tidak mungkin elektron . . . . .
A. Mempunyai n sama
B. Mempunyai l sama
C. Mempunyai m sama
D. Mempunyai s sama
E. Membunyai n, l, m dan s sama

Kunci jawaban akan saya share di kolom komentar.